SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

ABK Kapal Vietnam Sudah Negatif, tapi Karantina Terbatas

ABK Kapal Vietnam Sudah Negatif, tapi Karantina Terbatas

Hasil investigasi kasus Covid-19 di kapal asal Vietnam, MV.VTO yang berada di perairan Kalimantan Timur, akhirnya menemukan titik terang.

Dalam keterangan pers, Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda, saat ini seluruh ABK yang berjumlah 22 orang telah dinyatakan negatif

“Pada 24 Desember lalu dilakukan disinfeksi terhadap kapal MV. VTO dan dilakukan pemeriksaan swab RT-PCR SARS COV2 ulang terhadap seluruh ABK, dan hasilnya di ketahui pada 25 Desember 2021 yang menunjukkan seluruh ABK sebanyak 22 orang negatif,” terang Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda, Solihin saat jumpa pers di ruang rapatnya, Jalan Kapten Soedjono, Kelurahan Sei Kapih, Kecamatan Sambutan, Selasa (28/12/2021)

Selain itu, status kapal dalam karantina dicabut dan diberikan persetujuan karantina terbatas (restricted pratique) setelah dilakukan karantina 18 hari

“Dan selanjutnya Kapal MV.VTO bisa melakukan aktivitas bongkar muat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat selama di Muara Berau,” ujarnya.

ABK Kapal Vietnam Sudah Negatif, tapi Karantina Terbatas

Solihin menyebutkan sebelumnya penularan di atas kapal berasal dari orang yang terinfeksi Covid-19 baik petugas teknisi mesin dan ABK yang sudah tertular, kemudian menyebar ke ABK lainnya melalui kontak langsung.

Baik karena pekerjaan di mesin, dan lingkungan kapal saat makan di ruang makan

“Sistem pendingin di kapal menggunakan AC sentral yang dikontrol pada satu titik, dan disalurkan menggunakan pipa ke ruangan di kapal dan ini menyebabkan penyebaran virus akan mudah menyebar antar ruangan,” imbuhnya

Solihin menugaskan timnya melakukan skrining terhadap kapal yang datang ke Indonesia, khususnya di pelabuhan yang menjadi wilayah tugas KKP Samarinda dan dilakukan sejak pandemi 2020 lalu

“Kami selalu memastikan kapal yang datang bebas dari Covid-19, dan terus berupaya untuk menjaga agar warga di Kaltim pada umumnya terhindar dari penyebaran virus tersebut,” katanya

Di bagian lain diuraikan, kronologis bahwa awalny pada 6 Desember 2021, Tim Boarding KKP Kelas II Samarinda telah melakukan pemeriksaan kedatangan Kapal dari Ho Chi Minh, Vietnam dengan jumlah ABK 22 orang dan merupakan warga Vietnam

“Berdasarkan pemeriksaan RDT Antigen SARS-COV2 dan menunjukkan 18 ABK positif Covid-19, kemudian petugas Boarding KKP Kelas II Samarinda melaporkan ke kantor induk,” lanjutnya

Esoknya, sambung dia, dilakukan kembali pemeriksaan kesehatan terhadap ABK, dan hasil dari RT-PCR SARS COV2 dinyatakan positif

Kemudian sampel positif dikirim ke Badan Litbangkes Kemenkes RI, untuk pemeriksaan Whole Genome Squensing (WGS)

“Sejak itu, Kapal dinyatakan Status Karantina untuk dilakukan tindakan karantina berupa Contact Tracing di Kapal, Isolasi mandiri dan rencana tindakan disinfeksi kapal,” katanya

Berdasarkan rujukan dan evakuasi, ABK pertama kali terinfeksi adalah LND (24) dengan gejala demam pada 28 November 2021.

Disusul PCD (45) dan TDM  juga bergejala demam pada 30 November 2021, sedangkan pada 10 Desember 2021 MVQ (31), HXV (38) dan MMT (50) turut dirujuk ke ruang Isolasi RS AWS

“Pada 11 Desember 2021 KVL (39) yang merupakan master kapal juga terpapar, pada 23 Desember seluruh ABK yang dirujuk RS AWS dikembalikan ke kapal,” ucapnya.

Adapun sumber paparan kasus pertama di kapal dari LND terjadi antara 22-27 Desember 2021, dikarenakan pada 23 hingga 29 November di Pelabuhan Ho Chi Minh di Vietnam, ada 10 orang yang naik ke kapal untuk melakukan perbaikan mesin.

Dari hal tersebut di atas, kuat dugaan penularan COVID-19 di kapal MV VTO berasal dari orang yang melakukan perbaikan mesin di kapal selama 6 hari di Ho Chi Minh

“Hasil pemeriksaan sample WGS Covid-19 pada 17 Desember yang didapatkan informasi dari Badan Litbangkes Kemenkes RI dinyatakan ABK MV.VTO berasal dari Varian Delta,” jelasnya.