HARIANKALTIM.COM – Gangguan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kalimantan Timur memicu keluhan orang tua calon peserta didik.
Setelah portal pendaftaran mengalami gangguan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim menerapkan pembagian jam akses berdasarkan wilayah. Namun, sejumlah warga mengaku tetap kesulitan masuk ke sistem meski telah mengikuti jadwal yang ditetapkan.
Penelusuran Hariankaltim.com pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menemukan paket Belanja Sewa Pengadaan Aplikasi SPMB dengan pagu anggaran Rp107.520.000 pada 2026.
Paket dengan ID RUP 100108701 itu berada di lingkungan Disdikbud Kaltim dan menggunakan metode e-Purchasing.
Selain itu, terdapat paket Belanja Bandwidth Internet Kantor UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkom) senilai Rp392.205.000 serta Belanja Back Up Internet Kantor UPTD Tekkom sebesar Rp18.785.085.
Dalam penjelasan resmi, Kepala Diskominfo Kaltim, M Faisal, mengatakan gangguan terjadi akibat tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan pada awal pendaftaran.
Menurutnya, tahun ini seluruh proses SPMB SMA dan SMK se-Kalimantan Timur untuk pertama kalinya menggunakan satu aplikasi dengan server terpusat.
Ia menyebut kapasitas server yang belum memadai dan keterbatasan bandwidth menjadi penyebab utama gangguan. Pada saat bersamaan, jumlah pengguna yang mengakses sistem mencapai sekitar 70 ribu hingga 80 ribu orang.
Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas data, Diskominfo bersama Disdikbud melakukan optimalisasi server dan membagi waktu akses berdasarkan wilayah.
Disdikbud Kaltim sebelumnya menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial resminya dan menyebut tim teknis tengah melakukan pemulihan layanan.
Sehari kemudian, Disdikbud mengumumkan pembagian jam akses portal berdasarkan wilayah karena server dan sistem mengalami gangguan akibat tingginya akses dari berbagai daerah.
Dalam jadwal tersebut, calon peserta didik dari Samarinda mendapat waktu akses pukul 19.00–22.00 Wita, sementara daerah lain dijadwalkan pada jam berbeda.
SEPERTI SHOPEE
Kebijakan itu memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sejumlah orang tua mengeluhkan harus menunggu hingga malam untuk mendaftarkan anaknya. Namun saat jadwal dibuka, sebagian masih mengalami kendala.
“Seumuran saya hidup baru kali ini daftar sekolah jam 19.00-22.00, menuju tengah malam, seperti mau tunggu promo di Shopee,” tulis seorang pengguna Instagram di kolom komentar unggahan Disdikbud Kaltim.
Keluhan lain mempertanyakan efektivitas pembagian waktu akses jika portal tetap sulit digunakan.
“Benahi servernya, gak usah dibatasi SPMB-nya. Buat apa dibagi waktu kalau web tetap lemot,” tulis pengguna lainnya.
Beberapa warga juga mengaku masih menemukan pesan kesalahan sistem atau 502 Bad Gateway saat mengakses portal sesuai jadwal.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan media ini pada Selasa malam tadi. (RED)






