Banjir di Penajam Sampai Dua Meter, Ratusan Warga Jadi Korban

Banjir di Penajam Sampai Dua Meter, Ratusan Warga Jadi Korban

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Banjir besar melanda Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari lima jam dalam dua hari terakhir. Ketinggian air bahkan dilaporkan sempat mencapai dua meter di beberapa titik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin (21/04/2025) dini hari menyebabkan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah permukiman di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa data sementara menunjukkan 622 orang terdampak akibat banjir ini.

Selain korban jiwa, banjir juga merendam 181 rumah, tiga fasilitas ibadah, dua fasilitas kesehatan, dan satu jembatan di Kelurahan Riko dan Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam.

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan untuk mengurangi dampak bencana.

Meski sejumlah titik banjir mulai surut dengan penurunan debit air antara lima hingga 60 sentimeter, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Potensi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Desa Bukit Subur, Asep Andriawan, mengungkapkan bahwa ketinggian air yang mencapai dua meter menggenangi permukiman warga.

Untuk mengantisipasi bencana serupa di masa depan, Asep mengusulkan dua prioritas pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni peningkatan jalan poros desa, normalisasi sungai, dan pembuatan kanal di RT 10 yang terdampak parah.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa peningkatan curah hujan ini dipengaruhi oleh fenomena atmosfer dan kondisi pancaroba yang diperkirakan berlangsung hingga akhir April. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com