Bencana Kekeringan di Mahakam Ulu: Beras Rp1 Juta, Gas Rp800 Ribu

Bencana Kekeringan di Mahakam Ulu: Beras Rp1 Juta, Gas Rp800 Ribu

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Kekeringan parah melanda Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya Kecamatan Long Apari, menyebabkan lonjakan drastis harga kebutuhan pokok.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu mencatat beras 25 kg menembus Rp1 juta dan gas 12 kg mencapai Rp800 ribu per tabung.

Merespons krisis ini, Pemerintah Kabupaten Mahulu melalui BPBD segera menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan.

Penetapan status siaga darurat ini dilakukan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Multisektor via Zoom Meeting pada Jumat malam (25/07/2025). Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Mahulu Drs. Yohanes Avun, M.Si., bersama Forkopimda, kepala perangkat daerah terkait, dan Camat Long Apari.

PAKAI HELIKOPTER
Wabup menekankan urgensi langkah cepat, terkoordinasi, dan terukur. “Kita harus bergerak cepat menetapkan status siaga darurat agar dana SOA dan BTT segera digunakan. Penanganan dapat dilakukan tepat sasaran dan cepat,” tegasnya, dikutip dari rilis resmi Pemkab Mahulu, Minggu (27/07/2025).

Sebagai langkah konkret, Pemkab Mahulu akan berkolaborasi dengan Kodim 0912/Kutai Barat untuk mendistribusikan bantuan logistik ke Kecamatan Long Apari.

Kondisi geografis yang menantang akibat surutnya debit Sungai Mahakam menghambat akses jalur air dan darat. Kodim 0912/Kutai Barat diharapkan segera mengajukan permohonan bantuan helikopter ke komando tertinggi untuk pengiriman bahan pokok dan kebutuhan dasar.

Alternatif distribusi jalur darat akan dilakukan secara estafet, di-drop di Kampung Long Pakaq, lalu dilanjutkan menggunakan long boat.

Wabup juga menyepakati subsidi ongkos angkut untuk wilayah sulit akses. Ke depan, Pemkab Mahulu merencanakan penyiapan gudang logistik, seperti Bulog atau Koperasi Merah Putih, di lokasi strategis antara dua kecamatan hulu.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam pendistribusian sembako ini. Pembagian harus tepat sasaran. Camat juga saya harap segera melaporkan ke pimpinan agar surat penetapan status siaga darurat segera terbit, sehingga kita bisa mendapatkan bantuan dari provinsi maupun pusat,” jelasnya.

Dinas PU juga diminta Wabup untuk memperbaiki ruas jalan dari Long Pahangai ke Long Pakaq, hingga Tiong Ohang dan Long Apari. Jalur darat yang layak akan sangat membantu penanganan bencana, baik saat banjir maupun kemarau.

Kalaksa BPBD Mahulu, Agus Darmawan melaporkan dampak kekeringan sudah terasa sejak 23 Juli 2025. Kekeringan memengaruhi sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan ekonomi masyarakat di Long Apari, meliputi Kampung Long Apari, Noha Tivab, dan Noha Silat.

Berdasarkan data BPBD, 569 jiwa terdampak kekeringan. Agus menegaskan Rakor ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan, mempermudah mobilisasi logistik dan anggaran, serta mengaktifkan rencana kontinjensi untuk respons awal yang efektif.

Sebagai tindak lanjut, BPBD bersama perangkat daerah akan menyiapkan sistem peringatan dini, menerbitkan edaran peringatan bencana hidrometeorologi, serta memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) mengenai pencegahan dan mitigasi risiko kekeringan, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pendataan korban terdampak juga segera dilakukan. “Dengan penetapan status siaga darurat ini, diharapkan semua pihak tidak panik, tetapi tetap siaga. Antisipasi lebih baik daripada reaktif. Mari bersama menjaga ketahanan masyarakat menghadapi kekeringan,” pungkas Agus Darmawan. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com