SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan
Event  

Disdik Kaltim Studi Banding ke Kota Rokok Kretek, Untuk Apa?

Disdik Kaltim Studi Banding ke Kota Rokok Kretek, Untuk Apa?

Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Timur melakukan studi banding pembelajaran kuliner di SMK PGRI 2 Kudus.

Keberadaan sekolah unggulan atau vokasi yang mempunyai daya saing tinggi di Kota Kretek itu rupanya menjadi daya tarik.

Rombongan mendatangi sekolah unggulan yang didukung Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation untuk menggali berbagai hal yang mungkin dapat diterapkan di Kaltim.

Tidak hanya persoalan pembelajaran, sekolah tematik di Kudus juga memberikan norma, sikap dan moral yang baik untuk siswa.

Jadi, tidak hanya mendidik siswa mempunyai keilmuan dan kemampuan tetapi juga mampu bermanfaat bagi lingkungannya.

Dari informasi yang dihimpun HarianKaltim.com, Selasa (16/11/2021), terdapat tujuh sekolah binaan swasta yang dikunjungi.

Mulai dari SMK Raden Umar Said, NU Banat, NU Ma’arif, SMK Duta Karya, SMK Wisudha Karya, hingga SMK PGRI 1 dan 2 Kudus.

“Di Kabupaten Kudus ternyata kontribusi swasta sangat besar, khususnya Djarum Foundation ini, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri,” kata Kepala bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kaltim, Deslan Nispayani.

Sejumlah hal akan diterapkan di Kaltim.

Diharapkan, sekolah-sekolah di Benua Etam dapat meyakinkan pihak swasta untuk turut mengembangkan pendidikan di SMK, baik dari segi infrastruktur atau kultur pendidikannya.

“Kami akan belajar lebih dalam lagi bagaimana sekolah bisa terhubung dengan dunia industri,” paparnya.

Di Kaltim sendiri banyak perusahaan swasta besar yang turut membantu pengembangan pendidikan, namun tidak sampai terjun terlalu mendalam.

Secara pembelajaran baik di Kudus maupun di wilayahnya memang hampir sama.

“Semua kejuruan yang kami kunjungi juga relevan dengan keadaan di sana, ada rekayasa perangkat lunak, kemaritiman, pariwisata, hingga tata boga,” tandasnya.

Deslan berharap, studi banding menghasilkan penerapan ilmu untuk menarik minat swasta.

Mereka akan didorong mengembangkan pendidikan di calon ibu kota baru tersebut.

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Theresia Zeldagne Loudoe menyebutkan, terdapat 18 sekolah binaan Djarum Foundation di Kudus dengan jumlah kompetensi sebanyak 20 bidang.

Dia menyebut sekolah tersebut berkecimpung di bidang animasi, rekayasa perangkat lunak, pariwisata, tata boga, tata busana, kehotelan, operasional hotel, hingga beauty and spa.

”Semaksimal mungkin kami ingin menciptakan SDM yang layak dan berkompeten ketika nanti mereka lulus dari sekolah,” tandasnya.

Theresia menambahkan sekolah yang menjadi mitra binaan Djarum Foundation adalah sekolah yang punya peta yang jelas.

Tujuannya, pihak swasta bisa turut mengerti apa yang akan dipersiapkan untuk membentuk SDM yang berkualitas.

“Sehingga tidak hanya bantuan fisik saja kemudian selesai ditinggal, tapi pembentukan karakter siswa juga harus diperhitungkan sekolah,” tandasnya.