SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

DPMPTSP Kaltim Gelar FGD Pengembangan Investasi Industri Manufaktur

DPMPTSP Kaltim Gelar FGD Pengembangan Investasi Industri Manufaktur

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Investasi Industri Manufaktur, di Hotel Swiss Belhotel Balikpapan, Rabu 8 Juni 2022.

Kepala DPMPTSP Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto menuturkan tujuan digelarnya FGD tersebut untuk menyediakan informasi berupa identifikasi potensi dan peluang investasi di bidang manufaktur.

“Sehingga ini dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan pada bidang penanaman modal di Kaltim dan meningkatkan pemahaman bagi aparatur di lingkungan DPMPTSP Provinsi, Kabupaten/Kota dan instansi terkait,” jelasnya.

Puguh juga menyebutkan Industri manufaktur memegang peranan penting di dalam perekonomian Indonesia tak terkecuali di Kaltim, karena kemampuannya untuk menghasilkan produk yang dapat diperdagangkan dan membuka lapangan kerja.

“Untuk target Realisasi Investasi Kaltim tahun 2022 ditetapkan pencapaiannya sebesar Rp54 triliun,” ujarnya.

Berdasarkan angka realisasi investasi yang dikumulatifkan pada 2021 (Januari-Desember) realisasi PMDN dan PMA di Kaltim sebesar Rp41,18 triliun, terdiri dari PMDN sebesar Rp30,30 triliun atau 73,58 % dengan 9.291 proyek dan PMA sebesar Rp10,88 triliun atau 26,42 % dengan 1.034 proyek.

Perkembangan kontribusi Industri Manufaktur apabila dilihat dari 2016 hingga 2020 menunjukkan tren penurunan.

Dari 20,51 persen pada 2016 menjadi 17,77 persen pada 2019, dan naik menjadi 18,90 persen pada 2020.

Meningkatnya kembali kontribusi industri manufaktur ini menjadi awal yang baik untuk diharapkannya meningkat lagi pada tahun selanjutnya.

“Data tersebut menunjukkan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi industri manufaktur yang cukup besar untuk dikembangkan,” ulas Puguh.

Ditegaskan, penentuan strategi yang tepat dalam pengembangan industri manufaktur dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Kaltim.

“Dan muaranya dapat meningkatkan perekonomian daerah,” harapnya. (MH/ADV/KOMINFO)