SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan       Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Dugaan Korupsi Jamrek, PMII Kaltimtara Desak Kejati Kaltim Periksa 2 Kadis

Dugaan Korupsi Jamrek, PMII Kaltimtara Desak Kejati Kaltim Periksa 2 Kadis
Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur-Utara berdemo di depan gedung Kejati Kaltim, Kamis (14/07/2022) siang, menuntut pengusutan dana jaminan reklamasi tambang. (foto: kasyful ananda/hariankaltim.com)

SAMARINDA, HarianKaltim.comPengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur-Utara melancarkan aksi demonstrasi di depan gedung Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (14/07/2022) siang.

Aksi ini digelar terkait dugaan tindak korupsi dan penyalahgunaan dana yang dilakukan oleh Dinas ESDM dan Dinas DPMPTSP serta oknum lainnya yang terkait pengelolaan dana jaminan reklamasi (Jamrek).

Jamrek sendiri merupakan salah satu syarat wajib bagi perusahaan tambang untuk menerbitkan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Sejak awal, pengelola dana Jamrek sudah dikritisi, lantaran regulasi yang dianggap kriminogenik dan lemahnya pengawasan, bahkan pelaksanaannya dinilai tidak transparan.

Ismail, selaku Koordinator lapangan ketika diwawancarai HarianKaltim.com menyebutkan bahwa ada tiga hal yang disampaikan massa untuk ditindaklanjuti oleh Kejati Kaltim.

“Kami mendesak Kejati Kaltim untuk melakukan audit investigasi terkait dengan persoalan dana jaminan reklamasi tambang yang ada di kaltim, itu yang pertama,” ujarnya.

Kedua, pihaknya mendesak Kejati Kaltim untuk memeriksa seluruh pencairan dana Jamrek, karena diduga ada pencairan anggaran tapi di lokasi itu tidak ada reklamasi.

“Dan yang ketiga, kami ingin Kejati Kaltim memanggil Kepala Dinas ESDM dan DPMPTSP serta oknum-oknum terkait yang menjabat di masa itu untuk diperiksa,” ujarnya.

Humas PKC PMII Kaltimtara, Nazar menambahkan, temuan ini pertama kali terlihat pada 2019 lalu, namun hingga saat ini tidak terselesaikan.

“Kami mempertanyakan kinerja dari Kepala Dinas ESDM dan Dinas DPMPTSP, mereka ini bisa kerja atau tidak. Ini menjadi catatan kita bahwa mereka ini tidak transparan. Ini yang membuat kita berdiri di depan Kejati Kaltim untuk melaporkan dugaan penyimpangan terkait dana jamrek dan jamsung,” tuturnya.

Dugaan Korupsi Jamrek, PMII Kaltimtara Desak Kejati Kaltim Periksa 2 Kadis
Para mahasiswa membakar ban di depan pagar gerbang Kejati Kaltim. (foto: Kasyful ananda/hariankaltim.com)

Suasana sempat di luar kendali ketika massa yang berjumlah sekitar dua puluhan orang itu mulai membakar ban.

Pihak pengamanan Kejati sempat mencoba menghentikan tindakan tersebut karena akan menjadi pusat perhatian bagi masyarakat yang melintas di jalanan.

Di sisi lain, massa menyebut bahwa tindakan tersebut sebagai bentuk kekecewaan mereka.

Namun situasi akhirnya dapat kembali normal setelah aparat keamanan datang dan menenangkan massa. (kaf)