SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan       Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Jembatan Sambera Disorot, PU Kukar Sayangkan Truk Sawit 16 Ton Dibiarkan Lewat

Jembatan Sambera Disorot, PU Kukar Sayangkan Truk Sawit 16 Ton Dibiarkan Lewat
Kondiri Jembatan Sambera di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. (foto: FB KNPI Muara Badak)

MUARA BADAK, HARIANKALTIM.COM

Jembatan Sambera di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini kondisinya cukup memprihatinkan.

Padahal fasilitas umum yang menghubungkan Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Marangkayu itu baru selesai diperbaiki pada Januari 2022 lalu.

Informasi yang dihimpun HarianKaltim.com, kontraktor pelaksananya CV Indokarya Steel, sedangkan konsultan pengawasnya CV Risma Nugraha.

Proyek ini didanai APBD Perubahan Kukar tahun anggaran 2021 sebesar Rp1.179.933.700, dengan nomor kontrak P.672/DPU-UTL/BM/630/12/2021 tertanggal 2 Desember 2021.

Sorotan sejumlah pihak tertuju pada plat-plat baja yang terhampar di atas lantai badan jembatan yang kondisinya kini tak beraturan lagi.

Sebagian malah terlepas dari posisi yang seharusnya, sebagaimana postingan akun medsos KNPI Muara Badak.

Postingan itu disertai narasi cukup menohok: “Proyek jembatan sambera yang penuh tanda tanya, nilainya 1 miliar. Semua seperti buta. Diam membisu”.

TAK ADA KONTROL

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Restu Irawan justru menyayangkan mobilitas angkutan kelapa sawit yang kerap melintasi Jembatan Sambera.

“Untuk kelas jalan kabupaten, seharusnya sesuai aturan, (maksimal untuk) kendaraan bermuatan 8 ton. Namun yang terjadi lebih banyak muatan sawit dan kendaraan CPO menuju Sekambing Bontang yang rata-rata di atas 10 ton, malah hingga 16 ton,” jelas Restu via Whatsapp.

Hal inilah, sambung dia, sebagai salah satu faktor utama yang mempercepat kondisi kerusakan jembatan.

Dan ia pun menyayangkan karena sampai hari ini tidak ada pembatasan muatan kendaraan.

“Seharusnya teman-teman media menyoroti hal tersebut. Silakan dicek sepanjang Muara Badak – Marangkayu banyak jalan rusak karena tidak ada kontrol kendaraan yang lewat. Silakan ditanyakan ke aparat-aparat desa yang mulai menutup jalan-jalan untuk muatan tersebut. Kami tidak menyalahkan, hanya saja harusnya tertib aturan muatan,” ujarnya.

Di bagian lain Restu menerangkan bahwa proyek perbaikan pada 2021 lalu hanya bersifat penanganan sementara, sebagai respon pemerintah terhadap banyaknya keluhan warga.

Utamanya pengendara sepeda motor yang sering jatuh saat melewati Jembatan Sambera.

“Karena seyogyanya untuk pelaksanaan pekerjaan jembatan, biayanya besar dan waktunya relatif panjang. Makanya kami upayakan perbaikan sementara pada lantai jembatan, dan kami pasang plat. Namun besarnya beban lalu lintas yang melewati jalur tersebut sehingga merusak plat-plat jembatan,” terangnya. (MH)