HARIANKALTIM.COM — Proyek pembangunan Jalan Akses Persemaian IKN Mentawir yang melintasi wilayah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara terus mendapat sorotan dari Badan Pekerja Nasional Wilayah–Indonesian Corruption Investigation (BPNW-ICI) Kalimantan Timur serta LSM Suara Arus Bawah (SAB).
Pantauan di lokasi, Senin (24/02/2025), terdapat dua titik longsoran parah yang dapat mengancam kelancaran akses jalan bernilai Rp101 miliar tersebut.
Ketua ICI Kaltim, Sandri Armand, menerangkan bahwa ditemukan empat titik longsoran, dua di antaranya cukup besar. “Yang besar ada dua titik, dan yang kecil ada dua titik,” ungkapnya.
Longsoran pertama sepanjang 50 meter, begitu pula longsoran kedua dengan luasan kurang lebih sama. “Juga tanpa penggunaan besi tulangan dan pancangan,” ujar Armand.
Berdasarkan investigasi pada 24 Februari 2025, ditemukan indikasi masalah pada struktur jalan ini dalam pelaksanaan proyek yang anggarannya bersumber dari APBN tahun 2022–2023 dan 2024.
“Ini longsoran pertama, ada 50 meter longsor dan tanpa pakai besi itu dan tanpa pancangan,” ungkap Armand.
Titik longsoran kedua lebih parah, dengan kondisi tanah yang bergerak semakin meluas. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan jalur akses tersebut bisa terputus.
“Titik longsoran kedua tambah parah, dan kalau tidak diantisipasi cepat, ya terputus jalan itu,” lanjutnya.
TANPA PENGUAT
Armand menegaskan bahwa kedua titik longsoran tersebut terjadi karena tidak adanya penggunaan bahan konstruksi yang memadai, seperti besi tulangan dan pancangan.
“Jadi, yang longsor dua titik parah tidak pakai tulangan besi dan pancangan,” jelasnya.
Foto-foto dan video yang didokumentasikan oleh ICI Kaltim menunjukkan betapa parahnya kerusakan pada jalan yang baru dibangun tersebut.
Beberapa titik menunjukkan tanah yang tergerus, meninggalkan jurang yang cukup dalam dan mengancam keberlanjutan akses transportasi.
Pihak PT Cahaya Permata Ajriya, yang bertanggung jawab atas proyek ini, sebelumnya mengonfirmasi bahwa proyek telah selesai pada akhir 2023 dan sedang dalam masa pemeliharaan.
M. Razak, Direktur Utama PT Cahaya Permata Ajriya, menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi disebabkan oleh penggunaan jalan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, di mana kendaraan berat, seperti truk tambang, mulai melintas meskipun jalan tersebut dibangun untuk akses Persemaian Mentawir.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masalah yang lebih besar, khususnya terkait kualitas pengerjaan dan pengawasan yang lemah di titik-titik rawan longsor.
BBPJN BUNGKAM
Hingga berita ini diterbitkan, Satker Kementerian PU PJN 1 Kaltim yang berada di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait longsoran dan kerusakan pada jalan proyek ini.
Surat permohonan konfirmasi yang dilayangkan media ini ke kantor PJN di kawasan Samarinda Seberang pada 24 Februari 2025, sejauh ini belum mendapat tanggapan resmi.
Salah seorang staf hanya menginformasikan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek ini baru mengalami pergantian. “Pak Sentot sekarang digantikan Pak Farid,” ujar Staf tersebut.
BPNW-ICI dan LSM SAB juga mendesak pihak berwenang turun tangan untuk memastikan kualitas proyek dan menangani longsoran yang ada.
“Kami telah mengirimkan surat kepada KPK dan berharap proses hukum berjalan sesuai aturan agar ada keadilan bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Armand. (TIM)







