SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Lift MPP Samarinda Macet Saat Deputi Kemenpan RB Datang

Lift MPP Samarinda Macet Saat Deputi Kemenpan RB Datang
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Prof Dr Diah Natalisa MBA saat berkunjung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Samarinda di Jalan Pahlawan, Rabu (11/05/2022) siang. (foto: mansyah/hariankatim.com)

Kejadian tak terduga terjadi saat kunjungan rombongan pejabat Pusat ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Samarinda, Rabu siang (11/05/2022).

Pejabat tersebut yakni Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Prof Dr Diah Natalisa MBA.

Sedangkan MPP di Jalan Pahlawan itu merupakan wadah pelayanan publik yang mencakup pelayanan pelbagai macam perizinan maupun non perizinan, guna memangkas birokrasi.

Rombongan disambut Asisten III Setkot Samarinda Ali Fitri Noor dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Samarinda Jusmaramdhana Alus.

Peristiwa macetnya lift di gedung bernilai puluhan miliar rupiah itu sebetulnya sudah dianggap biasa terjadi.

Hal inipun diakui Jusmaramdhana.

Makanya, ia sudah menyiapkan teknisi guna mengantispasi kejadian tersebut.

“Tadi memang sempat terjadi kerusakan kabel, kita tidak bisa naik dari lantai dua ke lantai tiga. Tapi kami sudah menyiagakan petugas teknisi. Sekitar 20 menit, lift normal kembali,” tuturnya 

Namun akibat insiden itu, rombongan terpaksa menapaki puluhan anak tangga untuk tiba di lantai tiga.

“Kami pakai tangga biasa,” imbuhnya.

Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Samarinda ini lebih jauh menyampaikan, sebetulnya telah mengusulkan penambahan lift.

Tujuannya, agar ketika terjadi kerusakan, maka bisa segera dialihkan ke lift yang normal.

“Selain itu, teknisi bisa kita tidak gunakan dulu, karena anggaran kami tidak ada untuk membayar teknisi,” ungkapnya.

Penambahan fasilitas lift baru inipun telah diusulkan ke APBD Perubahan 2022 ini. (MH)