HARIANKALTIM.COM – Persoalan yang paling signifikan atas pembangunan IKN adalah masyarakat lokal khawatir tidak mendapatkan perhatian selayaknya.
“Takut mengalami kondisi yang tidak lebih baik dari sekarang,” ungkap Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, beberapa hari lalu.
Ditambahkan, hal seperti itu harus betul-betul dipahami pemerintah, dalam artian tenaga kerja luar banyak yang direkrut, sementara pekerja lokal tidak begitu diperhatikan.
“Sehingga jika saat ini kompetensi kurang sesuai kualifikasi bisa dilatih untuk peningkatan kompetensi,” ujarnya.
Selain itu, kesiapan lain dari Kaltim adalah kedaulatan pangan, yang sampai saat ini masih jadi pekerjaan rumah (PR).
“Tapi kalau secara program, pemerintah sudah berusaha melalui dinas terkait untuk mengupayakan swasembada pangan, baik itu berupa beras, maupun daging,” ungkapnya. (ADV/BR)







