HARIANKALTIM.COM – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan peningkatan aktivitas seismik yang signifikan dalam sebulan terakhir.
Terhitung sejak tanggal 1 hingga 28 Juli 2025, setidaknya sembilan kejadian gempa bumi telah tercatat relevan dengan wilayah ini, baik yang berpusat di Kaltim maupun yang guncangannya terasa hingga ke berbagai kabupaten/kota. Fenomena ini memicu perhatian akan potensi risiko gempa di Bumi Etam.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan media menunjukkan bahwa gempa-gempa yang terjadi bervariasi dalam magnitudo dan kedalaman, mengindikasikan adanya aktivitas sesar lokal maupun dampak dari gempa regional.
Adapun rincian kejadian gempa di wilayah Kaltim dalam sebulan terakhir:
- 1 Juli 2025: Gempa bumi Magnitudo 3.7 mengguncang Berau. Ini merupakan gempa dengan magnitudo tertinggi dari lima gempa berskala kecil yang tercatat di Berau selama bulan Juli 2025, menurut Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi.
- 14 Juli 2025, 01:12 WIB: Gempa bumi Magnitudo 3.5 terjadi di Kabupaten Berau. Episenter gempa berlokasi di 185 km Tenggara Berau, dengan kedalaman 10 km di laut.
- 18 Juli 2025, 06:59:34 WIB: Gempa bumi Magnitudo 4.9 dengan kedalaman 10 Km berlokasi 103 km Tenggara Balikpapan. Gempa ini dirasakan di Balikpapan dan dipicu oleh “sesar aktif”.
- 24 Juli 2025, 03:50:45 WIB: Gempa bumi Magnitudo 6.3 dengan kedalaman 132 Km berpusat di darat 8 km tenggara Pohuwato, Gorontalo. Meskipun jauh, guncangan gempa ini dirasakan hingga ke Kabupaten Kutai Timur (III MMI) dan Kabupaten Berau (III MMI).
- 24 Juli 2025, 19:53:18 WIB: Gempa bumi Magnitudo 3.1 dengan kedalaman 2 Km berlokasi di darat 38 Km Timur Laut Paser. Gempa ini dirasakan di Longkali dengan intensitas II–III MMI dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Hingga laporan terakhir, belum ada deteksi gempa susulan atau laporan kerusakan.
- 27 Juli 2025, 03:12:36 WIB: Gempa bumi Magnitudo 3.1 mengguncang Bontang. Episenter gempa berlokasi 159 km timur laut Bontang dengan kedalaman 10 km.
- Tiga gempa bumi berskala kecil lainnya di Berau:
Selain gempa M3.7 pada 1 Juli dan M3.5 pada 14 Juli, Kepala BMKG Tarakan menyebutkan bahwa total ada lima gempa berskala kecil yang terjadi di Berau selama bulan Juli 2025. Ini berarti ada tiga gempa kecil lainnya di Berau yang tidak disebutkan detail tanggal dan magnitudonya secara spesifik dalam sumber yang tersedia.
Implikasi dan Kewaspadaan
Peningkatan frekuensi gempa ini, terutama yang berpusat di daratan Kaltim seperti di Paser dan Balikpapan yang dipicu sesar aktif, menunjukkan bahwa wilayah ini tidak sepenuhnya aman dari ancaman gempa bumi.
Meskipun secara historis Kaltim dianggap memiliki aktivitas seismik yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia yang berada di zona subduksi utama, data terbaru ini menegaskan perlunya kewaspadaan.
BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari kanal-kanal BMKG.
Pemantauan aktivitas seismik yang berkelanjutan menjadi krusial, terutama mengingat adanya proyek-proyek strategis nasional seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah ini.
Pemahaman yang lebih mendalam tentang sesar-sesar aktif lokal dan pola kegempaan akan sangat mendukung upaya mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan yang lebih aman di masa depan. (RED)







