Pembangunan Depo Arsip Berau Tahap 1 Habiskan Rp4,1 Miliar, Hanya Hasilkan Pondasi?

Pembangunan Depo Arsip Berau Tahap 1 Habiskan Rp4,1 Miliar, Hanya Hasilkan Pondasi?

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Pembangunan gedung Depo Arsip tahap pertama yang menghabiskan anggaran Rp4,1 miliar menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Berau.

Proyek yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini dianggap kontroversial karena hasilnya dinilai tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan.

Berdasarkan informasi pada plang proyek, pekerjaan dimulai pada 8 Agustus 2024 dan direncanakan selesai pada 5 Desember 2024.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Pemuda Tiga dengan pagu anggaran sebesar Rp4.145.875.000, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau.

Pembangunan Depo Arsip Berau Tahap 1 Habiskan Rp4,1 Miliar, Hanya Hasilkan Pondasi?

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan anggaran besar tersebut.

Ia merasa hasil proyek yang hanya berupa rangka bangunan tidak sebanding dengan dana yang telah dihabiskan. “Sepertinya ini tidak masuk akal,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Rendra, menjelaskan bahwa pengerjaan tahap pertama sudah selesai dan pembayaran telah dilakukan sepenuhnya.

“Pengerjaan tahap pertama seluas 616 meter persegi sudah selesai,” ujar Rendra, Kamis (16/01/2025).

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Depo Arsip direncanakan memiliki total tiga lantai dengan luas 1.848 meter persegi. Namun, karena keterbatasan anggaran, pengerjaan saat ini hanya mencakup tahap pertama.

“Dinas PUPR sebenarnya ingin proyek ini selesai sekaligus, tapi kami harus menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan Hidup Indonesia (L2HI), Andi Anto Ali Agus, turut mengkritisi proyek ini.

Menurutnya, dengan anggaran sebesar itu, hasil pekerjaan di lapangan yang hanya berupa pondasi dan sloof sangat tidak memadai.

“Bagaimana bisa anggaran sebesar itu hanya menghasilkan pondasi dan sloof saja?” tegasnya.

Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana proyek belum memberikan tanggapan, meski sudah dihubungi media ini. (TIM)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com