Token Listrik Naik Diam-Diam? LSM SAB Desak PLN Buka-bukaan

Token Listrik Naik Diam-Diam? LSM SAB Desak PLN Buka-bukaan

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Kenaikan harga token listrik kembali memicu keluhan warga. Perubahan nilai pembelian disebut terjadi dalam hitungan hari, tanpa penjelasan terbuka.

Seorang warga mengaku terkejut saat membeli token listrik terbaru. Nilai yang diterima berbeda dari pembelian sebelumnya.

“Baru beli Rp100 ribu, total Rp103 ribu. Sekarang jadi Rp105 ribu,” ujarnya.

Kenaikan sekitar Rp2 ribu terjadi pada pelanggan 1300 VA. Selisih kecil itu dinilai janggal karena terjadi sangat cepat.

“Belum seminggu sudah naik lagi. Ini jelas membingungkan,” katanya.

Keluhan tersebut langsung disorot Ketua LSM Suara Arus Bawah (SAB), Sandri Armand. Ia menilai kenaikan ini tidak boleh dianggap sepele.

Token Listrik Naik Diam-Diam? LSM SAB Desak PLN Buka-bukaan

Menurut Sandri, kenaikan kecil justru berpotensi besar jika dikalikan jumlah pelanggan. Ia menyebut dampaknya bisa mencapai angka fantastis.

“Naik Rp2 ribu dikali jutaan pelanggan. Potensinya bisa ratusan miliar bahkan triliunan,” tegasnya kepada Hariankaltim.com, Jumat (20/03/2026).

Ia juga mempertanyakan transparansi penetapan tarif listrik prabayar. Terlebih, perubahan terjadi tanpa sosialisasi yang jelas.

“Jangan sampai ini jadi pola. Naik sedikit, tapi masif,” ujarnya.

Sandri menegaskan, kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Karena itu, setiap kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar harus terbuka.

“Listrik itu kebutuhan pokok. Bukan ruang eksperimen tarif,” katanya.

Ia mendesak pemerintah dan PLN segera memberi penjelasan resmi. Jika tidak, kecurigaan publik akan terus membesar.

“Rakyat jangan terus jadi objek pungutan tanpa kejelasan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PLN terkait perubahan nilai token listrik tersebut. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com