HARIANKALTIM.COM – Erau Adat Pelas Benua mulai digelar kembali setelah dua tahun terakhir tak terlaksana karena pandemi Covid-19.
Tahun ini, prosesi adat yang sakral dan juga berorientasi pada HUT Kota Tenggarong ke-240 itu digelar mulai 25 September hingga 03 Oktober 2022.
Erau merupakan upacara adat di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. “Erau” berasal dari kata “Eroh”, yang berarti ramai, riuh, suasana yang penuh sukacita.
Untuk memeriahkan Erau, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Organisasi Perangkat Daerah yakni Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) akan menyelenggarakan Lomba Olahraga Tradisional pada 25 – 29 September 2022.
Perlombaan yang akan diselenggarakan nantinya meliputi olahraga:
1. BMX cross
2. Panahan
3. Ketapel
4. Enggrang
5. Kelom panjang
6. Dagongan
7. Hadang
8. Menyumpit
9. Behempas bantal
10. Belogo
11. Begasing
“Pemenang dari perlombaan olahraga tradisional ini akan mendapatkan piagam dan juga uang pembinaan,” ungkap Kadispora Kukar, Aji Ali Husni AB SE MSi kepada awak media.
Dari 11 olahraga tradisional di atas terdapat satu yang dirasa unik yakni dagongan.
Dijelaskan Ali, dagongan adalah olahraga permainan tradisional yang menggunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kekuatan untuk saling mendorong antar satu regu dengan regu yang lain.
“Dagongan ini merupakan kebalikan dari permainan tarik tambang. Untuk tarik tambang cara bermainnya dengan saling manarik, sedangkan dagongan, kedua regu saling mendorong sekuat tenaga untuk mencari kemenangan,” terangnya.
Area serang dibatasi oleh garis pembatas dengan jarak 2,5 meter dari garis tengah.
Garis serang ini merupakan garis batas kaki pemain paling depan. Seluruh garis pembatas lapangan umumnya dibuat dari kapur saja.
Peserta dinyatakan sebagai pemenang apabila salah satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan skor 2 – 0 atau 2 – 1 jika terjadi seri. (AH/MH/ADV/DISPORA)







