Alhamdulillah Meski Mulai Kemarau, Kaltim Masih Berpotensi Diguyur Hujan

Alhamdulillah Meski Mulai Kemarau, Kaltim Masih Berpotensi Diguyur Hujan

HARIANKALTIM.COM – Saat ini wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau.

Bahkan disebut lebih kering dibanding kemarau sebelumnya lantaran kini dipengaruhi fenomena El Nino.

Meski demikian, kabar baiknya yang patut disyukuri adalah untuk wilayah Kalimantan Timur masih berpotensi diguyur air hujan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada pemicu hujan berupa daerah konvergensi (zona pertemuan angin dari utara dan selatan) di Laut Andaman, di Perairan barat Sumatera, dari Kalimantan Timur hingga Malaysia, dari Laut Banda hingga Selat Makassar, dari Papua hingga Papua Barat.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.” lanjut BMKG, dikutip Selasa (01/08/2023).

BMKG sebelumnya memang memprediksi El Nino bakal mencapai puncaknya mulai Agustus.

Fenomena iklim pemicu turunnya curah hujan itu mulai muncul dalam kondisi lemah dan hujan diperkirakan masih menyapa sebagian wilayah Indonesia.

Menurut Ikhtisar Cuaca Harian BMKG untuk Senin (31/7), Indeks NINO 3,4 yang mengindikasikan tingkat El Nino berada pada angka +1,0.

“El Nino lemah,” kata BMKG.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sebelumnya juga sudah mewanti-wanti soal potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, meski El Nino sudah tiba. Sebabnya adalah kondisi geografis Indonesia.

“Meskipun kita masuk musim kemarau kering, tetapi karena wilayah Indonesia ini dipengaruhi oleh dua samudera dan juga topografinya yang bergunung-gunung di khatulistiwa, masih tetap ada kemungkinan satu wilayah mengalami kekeringan, tetangganya mengalami banjir atau bencana hidrometeorologi,” kata Dwikorita, beberapa waktu lalu. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com