banner 728x90

Belum Dapat Info Soal Sky Train, Pengelola Big Mall: Mungkin Masih Wacana

Belum Dapat Info Soal Sky Train, Pengelola Big Mall: Mungkin Masih Wacana

HARIANKALTIM.COM – Terkait pembangunan kereta layang atau sky train yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melintasi Big Mall Samarinda, pengelola menegaskan belum ada informasi apa pun yang disampaikan.

General Manager Big Mall Samarinda, Iman Sumantri menegaskan hal itu kepada Kompas.com, Senin (18/03/2024).

“Kami belum mendapatkan informasi apa pun dari Pemkot Samarinda. Karena mungkin, itu masih wacana,” ujar Iman.

Kendati demikian, lanjut Iman, manajemen Big Mall Samarinda sangat mendukung pembangunan sky train tersebut.

Jika memang dibutuhkan lahan di Big Mall Samarinda guna pembangunan salah satu stasiun sky train, Iman memastikan akan mengikuti rancangan desain yang ditetapkan Pemkot Samarinda.

Hal ini karena kehadiran stasiun sky train diproyeksikan akan membantu peningkatan trafik atau jumlah pengunjung ke Big Mall Samarinda.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Samarinda berencana membangun sky train sebagai salah satu strategi dalam memajukan transportasi modern yang efisien dan berkelanjutan.

Kereta layang ini dibangun dengan sistem monotrail, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda akan merumuskan formulasi penataan ruang yang disediakan.

Selain itu, Dishub Samarinda juga memaparkan potensi keuntungan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari pembangunannya.

Progres pembangunan kereta layang ini masih dalam taraf pra-studi kelayakan.

Diwacanakan juga jalur alternatif lima dengan berbagai pertimbangan, meliputi Loa Buah, mulai sekitar Jalan KH Hasim Ashari, Jalan Mas Mansur, Terminal Sungai Kunjang, Jalan Untung Suropati (melintasi Big Mall Samarinda), Jalan Slamet Riyadi, Islamic Centre, dan Jalan RE Martadinata.

Kemudian dilanjutkan menuju Jalan Gajah Mada dan Pasar Pagi, Jalan KH Abul Hasan, Jalan KH Agus Salim, Bandara Temindung, Jalan Poros Samarinda Bontang, Terminal Lempake, sekitaran Bukit Golf, Bandara APT Pranoto.

Pembangunan kereta layang ini sejalan dengan dokumen Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas), Tataran Transportasi Wilayah (Tatrawil), dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah tercatat dalam rencana pengembangan jalur kereta api trans kalimantan yang melintasi wilayah Kota Samarinda.

Diketahui, jalur ini memiliki jarak tempuh kurang lebih 21 kilometer dengan panjang lintasan 14,6 kilometer. Rencana pembangunan skytrain ini dikabarkan akan beroperasi tanpa pengemudi.

Hal ini juga berdasarkan penelitian multi kriteria yang mengacu pada Pasal 11 Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan Trase Jalur Kereta Api. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com