banner 728x90

Berhasil Gagalkan Wanita Bunuh Diri Lompat dari Menara, Begini Teknik Khusus Basarnas Kaltim

Berhasil Gagalkan Wanita Bunuh Diri Lompat dari Menara, Begini Teknik Khusus Basarnas Kaltim

HARIANKALTIM.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan atau Basarnas Kaltim menggunakan teknik tandem untuk menyelamatkan warga Kota Balikpapan dari atas menara di Jalan Sumber Rejo II, Balikpapan Tengah, Jumat (15/03/2024) dini hari.

Wanita tersebut diduga ingin bunuh diri, dengan cara melompat dari atas menara.

“Dan ini sudah standar safety evakuasi vertikal yang telah dilaksanakan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan wilayah Kalimantan Timur, Dody Setiawan usai proses evakuasi.

Dody menuturkan, teknik tandem ini digunakan untuk melakukan Evakuasi Medan Sulit (EMS) yaitu medan yang tidak dapat ditempuh dengan cara biasa seperti berjalan kaki, sehingga diperlukan teknik khusus dan peralatan khusus pula dalam penanganannya.

Dikemukakannya dalam teknik itu tim rescue yang melakukan penyelamatan menggunakan alat berupa dua main rope serta safety rope.

“Ada tiga orang yang memanjat ke atas menara untuk melakukan penyelamatan,” katanya.

Menurutnya butuh waktu tiga jam untuk Basarnas bisa kembali membawa turun korban yang berada di atas menara.

Korban saat diselamatkan berada di ketinggian 30 meter dari menara yang diperkirakan memiliki ketinggian 80 meter.

“Kami mendapatkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan sekitar pukul 21.00 Wita, dan kami mulai memanjat menara itu sekitar pukul 22.00 Wita, kemudian korban berhasil kami turunkan pukul 00.00 Wita,” jelas Dody.

Ia mengungkapkan bahwa dalam laporan tersebut disampaikan ada seorang wanita berinisial E yang mencoba melompat dari atas menara.

Setelah mendapatkan laporan maka anggota Basarnas jumlah lebih dari 10 orang langsung menuju ke lokasi lengkap dengan peralatan vertical rescue.

“Karena korban hendak melompat dari menara, maka terdapat beberapa kendala dalam proses evakuasi,” ujarnya.

Kendala itu seperti korban yang terus memanjat ketika tim resuce menaiki menara. Kemudian juga kejadian pada malam hari sehingga minim penerangan. (ANT/RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com