SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Covid-19 Berdampak Luar Biasa bagi Pendidikan, Disdikbud Kaltim Tingkatkan Kompetensi Guru

Covid-19 Berdampak Luar Biasa bagi Pendidikan, Disdikbud Kaltim Tingkatkan Kompetensi Guru
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Jasniansyah mewakili Kepala Disdikbud Kaltim saat meyampaikan sambutan pada Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Ekonomi dan Biologi Jenjang SMA di Kaltim.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Ekonomi dan Biologi Jenjang SMA di Kaltim.

Pelatihan berlangsung selama 6 hari dari 23-28 Mei 2022, di Hotel Ibis Samarinda.

Pesertanya sebanyak 118 orang, terdiri dari guru mata pelajaran Biologi sebanyak 59 orang dan guru mata pelajaran ekonomi sebanyak 59 orang.

Adapun narasumber pelatihan berasal dari Disdikbud Kaltim dan FKIP Universitas Mulawarman (Unmul).

Kepala Disdikbud Kaltim Anwar Sanusi diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan Jasniansyah menyampaikan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA di Kaltim.

Sebab, Covid-19 yang terjadi di Tanah Air dalam dua tahun terakhir memberikan dampak luar biasa pada aspek kehidupan, terutama dunia pendidikan.

Dunia pendidikan mengalami learning loss (ketertinggalan pembelajaran) dan learning gap (kesenjangan pembelajaran).

Data dari Unicef menunjukkan, bahwa selama pandemi kegiatan PJJ (pembelajaran jarak jauh) di Jakarta dan Pulau Jawa 3,5 jam/hari.

Sementara, di luar Pulau Jawa hanya 2,2 jam/hari.

“Bagaimana dengan Kaltim? Saya serahkan kepada Bapak/ibu untuk menjawabnya. Banyak fenomena yang melatarbelakangi mengapa PJJ ini menjadi rendah. Tugas kitalah untuk kembali menyadarkan pentingnya pendidikan,” kata dia dalam sambutan saat membuka kegiatan pelatihan.

Dampak terhadap peserta didik, yakni siswa mengalami penurunan kemampuan, ketidaktercapaian pembelajaran atau tidak tuntas, perkembangan emosi dan kesehatan psikologi akan terganggu serta rentan menimbulkan putus sekolah.

Atas dasar inilah, sambung dia, maka kegiatan pengembangan kompetensi ini dilaksanakan dan diharapkan bisa berinteraksi dengan guru yang lainnya serta bisa berdiskusi dan sharing knowledge (berbagi pengalaman) cara mengajar di daerah masing-masing.

Selain itu, bisa berinteraksi dengan narasumber, sekaligus dapat menyampaikan permasalahan dan menerima hal yang baru terkait pembelajaran di abad 21 dan revolusi industri, serta menerima dan memahami isu Kurikulum Merdeka.

Oleh karena itu, ia berpesan, agar para guru dapat mengikuti kegiatan ini dengan santai dan serius.

Agar materi yang narasumber sampaikan dapat terserap dengan baik.

“Harapannya, agar ilmu yang guru peroleh di sini memiliki dampak positif. Serta, dapat mengaplikasikannya di daerah masing-masing,” harapnya.

Di akhir sambutan, Kadisdikbud menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para nasumber yang telah bersedia meluangkan waktu dalam mengisi materi sampai lima hari ke depan.

“Kepada para peserta, selamat mengikuti pelatihan ini dengan serius tapi santai agar tidak mudah stres dan enak diajak berdiskusi, serta senantiasa berpikir positif sehingga menumbuhkan respek,” pungkasnya.