HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindag Kutai Timur memperkuat pengawasan harga dan stok barang melalui SP4N Lapor. Sistem aduan ini digunakan sebagai alat deteksi dini terhadap gejolak pasar, terutama untuk komoditas yang harganya sensitif seperti beras, minyak goreng, gula, dan LPG 3 kg.
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda, Achmad Dony Erviady, menyebut bahwa seluruh laporan yang masuk wajib ditindaklanjuti pada hari yang sama. Ia menegaskan bahwa Kutai Timur memiliki wilayah distribusi yang luas sehingga laporan warga menjadi bagian penting pengawasan.
“Setiap laporan kami proses segera. Ini mempercepat penanganan di lapangan,” kata Dony.
Melalui SP4N Lapor, warga dapat mengirim foto barang, mencantumkan harga, dan menyertakan lokasi toko atau pasar. Data ini membantu tim melakukan verifikasi cepat sebelum turun ke titik lapangan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan penimbunan atau permainan harga, kasus langsung diteruskan ke Satgas Pangan.
Pemerintah menilai periode akhir tahun berisiko tinggi karena peningkatan konsumsi dapat memicu kenaikan harga atau stok kosong sementara. Karena itu, patroli pasar, inspeksi ritel, dan pengecekan gudang distributor akan diperketat.
“SP4N Lapor dipakai jadi acuan rute inspeksi. Sehingga penanganannya bakal lebih fokus pada titik yang dilaporkan warga,” beber Dony.
Selain bahan pokok, laporan terkait LPG 3 kg juga menjadi perhatian. Ia mengingatkan bahwa kanal aduan membantu pemerintah memetakan penyimpangan harga, terutama ketika pengecer menjual jauh di atas harga eceran. Pemerintah meminta warga melapor agar pola semacam ini dapat segera ditertibkan.
Dony menegaskan bahwa akurasi informasi publik menjadi kunci menjaga pasar tetap kondusif. Ia meminta masyarakat tidak ragu menggunakan SP4N Lapor setiap kali menemukan harga tidak wajar.
“Kalau ada kenaikan ekstrem, foto dan laporkan. Itu akan memudahkan tim bergerak,” ujarnya.
Dengan dukungan warga, pemerintah memastikan pengawasan pasar dapat lebih terarah sehingga stabilitas pangan pada periode Nataru tetap terjaga. “Kami ingin situasi tetap terkendali, dan laporan masyarakat sangat membantu,” tutup Dony. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen).








