SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan       Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

DLH Kaltim Genjot Peningkatan Kapasitas Calon Sekolah Adiwiyata se-Kaltim

DLH Kaltim Genjot Peningkatan Kapasitas Calon Sekolah Adiwiyata se-Kaltim

Pendidikan merupakan hal yang sangat berharga, yang bisa menjadi bekal di masa depan.

Bisa menjadi warisan paling aman dan terpakai hingga waktu yang tidak ditentukan.

Salah satu upaya untuk memberikan Pendidikan Lingkungan Hidup bagi masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

Gerakan ini bertujuan untuk mewujudkan perilaku ramah lingkungan hidup dari warga sekolah.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka menteri, gubernur, dan bupati/walikota sesuai kewenangannya memberikan dukungan pelaksanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

“Antara lain diwujudkan melalui pemberian penghargaan bagi sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan PBLHS, melalui Adiwiyata,”  ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur, E.A. Rafiddin Rizal pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi, Nasional dan Mandiri se-Kaltim, di Swiss Belhotel Balikpapan, Selasa (14/06/2022).

Adiwiyata merupakan salah satu program strategis yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai salah satu upaya dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM-1/9/2019 tentang Gerakan Peduli Dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI P.53/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang penghargaan adiwiyata merupakan dasar pelaksanaan program adiwiyata.

Disampaikan Rizal, Adiwiyata merupakan bentuk cerminan komitmen yang kuat dari semua unsur dalam dunia pendidikan.

Dengan harapan dapat menghasilkan anak-anak didik yang berkarakter, peduli, dan berbudaya lingkungan serta berprestasi secara akademik, sehingga akan terwujud generasi yang unggul untuk indonesia maju.

“Kita percaya bahwa pendidikan lingkungan sangat efektif dimulai dari sekolah, dengan belajar memanfaatkan, merawat dan memperbaiki kondisi alam kita sehingga bumi yang kita punya ini tetap bersih dan hijau,” lanjutnya.

Lebih lanjut, program Adiwiyata ini sendiri memiliki sinergitas dengan program Kampung Iklim, yang dilatar belakangi pengembangan gerakan PBLHS di lokasi Kampung Iklim.

Dengan meningkatkan level Sekolah Adiwiyata dan ekselerasi pembentukan/penguatan kampung iklim, maka dapat dicapai target 20.000 kampung iklim pada 2024.

Dipaparkan pula, selain integrasi antara gerakan PBLHS dan Program Kampung Iklim, program Adiwiyata melalui gerakan PBLHS juga merupakan bagian dari penunjang penilaian Adipura.

“Sekolah Adiwiyata merupakan salah satu titik pantau dalam penilaian Adipura, oleh karena itu untuk mengoptimalkan penilaian Adipura, maka kita juga perlu mengoptimalkan keberadaan sekolah Adiwiyata,” tuturnya.

Kalimantan Timur masih perlu kerja keras untuk melakukan pembinaan, dengan harapan semua Kabupaten/Kota ke depannya dapat berkontribusi dalam kegiatan Adiwiyata sehingga dapat mendukung program Pemerintah Pusat maupun Daerah.

“Kegiatan pada hari ini diharapkan dapat menjadi pemacu Provinsi Kalimantan Timur beserta Kabupaten dan Kota untuk terus bersama-sama meningkatkan jumlah sekolah yang mengikuti program Adiwiyata, Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di sekolah,” pungkas Rizal. (MH/ADV/KOMINFO)