Ikhtiar Dinas Perhubungan Kota Samarinda: QR dan Kartu Parkir Anti Ribet (Bagian 1)

Ikhtiar Dinas Perhubungan Kota Samarinda: QR dan Kartu Parkir Anti Ribet (Bagian 1)

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

SIANG itu, Kota Samarinda terasa lebih panas dari biasanya. Jalanan dipenuhi kendaraan yang berputar-putar mencari tempat parkir di sekitar pusat perbelanjaan. Dika, Rani, dan Budi sedang dalam perjalanan menuju mall favorit mereka.

Biasanya, mereka harus berkeliling beberapa kali sebelum menemukan tempat parkir kosong. Namun, hari itu ada yang berbeda.

Setibanya di area parkir, Dika langsung menuju tempat kosong di sisi kiri. “Akhirnya, dapat juga!” serunya sambil memarkirkan mobil.

Rani yang sedang membuka handphone langsung menunjuk layar ke arah Dika. “Mulai sekarang parkir di Samarinda gak perlu ribet lagi. Coba deh, buka aplikasi ini,” katanya sambil menunjuk layar handphone.

“Emang apa yang beda?” tanya Dika, sedikit bingung.

“Baca ini, mulai 1 Juli 2024, semua parkir di kota ini harus pakai sistem cashless. Gak perlu bawa uang tunai, cukup pakai aplikasi dan QRIS,” jawab Rani, semangat menjelaskan.

“Jadi parkir bisa bayar lewat handphone?” tanya Dika, semakin penasaran.

Budi yang mulai bosan dengan obrolan serius mereka menimpali, “Iya, bro. Lebih praktis. Kamu tinggal scan QR code, bayar, selesai. Gak ribet kayak dulu.”

Rani menunjuk ke papan yang terpasang di gerbang parkir, menunjukkan QR Code besar. “Ini QR code untuk sistem parkir non tunai. Kamu juga bisa mendaftar parkir berlangganan.”

Dika yang masih mencoba memahami, melihat ke arah papan informasi lebih dekat. Ternyata, ada cara mendaftar parkir berlangganan. “Jadi, kita bisa berlangganan parkir juga?”

Rani mengangguk. “Iya, buat kamu yang sering parkir lama di mall atau di jalan umum. Gak perlu nyari koin atau uang tunai lagi. Cukup daftar, bayar, dan dapatkan kartu parkir berlangganan.”

Budi menambahkan, “Kartu parkirnya modern banget, bro. Lihat tuh.” Ia menunjukkan kartu yang baru diterima dari Dishub Kota Samarinda.

Ikhtiar Dinas Perhubungan Kota Samarinda: QR dan Kartu Parkir Anti Ribet (Bagian 1)

Dika melihat kartu itu dengan seksama. Pada kartu tersebut tertera informasi lengkap seperti plat kendaraan, nama pemilik, dan masa berlaku. Bahkan, ada QR Code di bagian depan untuk memudahkan verifikasi parkir. “Wow, keren juga ya,” kata Dika, terkesan.

Rani melanjutkan, “Coba bayangin, kalau semua orang pakai sistem ini, parkir jadi lebih tertib dan gak ada lagi yang parkir sembarangan. Dan lebih aman karena semua transaksi tercatat.”

Tak ada lagi antrean panjang atau kebingungan mencari uang tunai untuk membayar parkir. Semua bisa dilakukan dengan mudah hanya lewat handphone.

Budi yang melihat Dika diam sejenak berkata, “Dan yang lebih penting, sistem ini bakal bantu pemerintah juga untuk meningkatkan pendapatan daerah. Dengan parkir berlangganan dan cashless, sistemnya jadi lebih transparan dan efisien.”

“Setuju,” jawab Dika, “Gak nyangka, dari hal kecil kayak parkir, Samarinda bisa jadi lebih modern.”

Akhirnya, mereka bertiga masuk ke dalam mall dengan langkah lebih ringan. Masing-masing merasa puas dengan kemudahan baru ini. (ADV/Bersambung)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com