Cek Kapal Jelang Mudik Lebaran, Dishub Temukan Puluhan Jaket Pelampung Tak Layak

Cek Kapal Jelang Mudik Lebaran, Dishub Temukan Puluhan Jaket Pelampung Tak Layak

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Menjelang arus mudik Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda bersama Dishub Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda melakukan ramp check di Dermaga Sungai Kunjang, Kamis (12/3/2026).

Pemeriksaan dilakukan terhadap kapal penumpang yang melayani rute Samarinda–Melak dan Samarinda–Long Bagun.

Kepala Dishub Kota Samarinda, HMT Manalu, mengatakan ramp check dilakukan untuk memastikan kelengkapan fasilitas keselamatan kapal, terutama menjelang meningkatnya aktivitas penumpang saat arus mudik Lebaran.

“Kami melakukan pengecekan terhadap dua kapal hari ini, yakni tujuan Samarinda–Melak dan Samarinda–Long Bagun,” ujarnya.

Menurut Manalu, pemeriksaan mencakup berbagai perlengkapan keselamatan seperti life jacket (jaket pelampung), ring buoy (pelampung cincin), serta APAR (alat pemadam api ringan) yang tersedia di kapal.

Selain itu, petugas juga memeriksa garis muat, konstruksi kapal, serta tata cara penempatan muatan di atas kapal.

Cek Kapal Jelang Mudik Lebaran, Dishub Temukan Puluhan Jaket Pelampung Tak Layak

Ia menegaskan pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak 2023 agar kapal tidak memuat barang di atas atap kapal karena dapat mengganggu stabilitas.

“Kami sudah sosialisasikan sejak 2023 agar tidak ada pemuatan di atas atap kapal, karena itu dapat memengaruhi titik stabilitas kapal,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah life jacket yang tidak layak pakai. Kerusakan yang ditemukan antara lain ritsleting rusak, tidak memiliki tali pengikat di kedua sisi, serta kondisi yang tidak terawat.

“Pada kapal tujuan Samarinda–Melak ditemukan sekitar 13 life jacket tidak layak pakai. Sementara kapal tujuan Samarinda–Long Bagun terdapat sekitar 17,” ungkap Manalu.

Petugas kemudian menarik seluruh life jacket yang tidak layak pakai dan meminta nahkoda segera menggantinya.
Meski demikian, kapal tetap diizinkan berangkat karena jumlah life jacket yang masih layak pakai dinilai mencukupi.

“Jika kapasitas kapal sekitar 100 penumpang, maka life jacket yang tersedia minimal 125 buah. Karena jumlah yang layak masih mencukupi, kapal tetap kami izinkan berangkat,” jelasnya.

Manalu juga mengimbau para nahkoda agar rutin memeriksa jumlah dan kondisi life jacket di kapal, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

“Pengecekan harus dilakukan secara rutin agar standar kelayakan dan keselamatan tetap terjaga,” pungkasnya. (RS)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com