SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Ingin Bangun TPA Sampah di Batu Cermin

Ingin Bangun TPA Sampah di Batu Cermin

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mewacanakan untuk membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di kawasan Batu Cermin, Sempaja ujung, Samarinda Utara.

Ini terungkap saat rapat terkait TPA yang dipimpin Wali Kota Andi Harun, di Balai Kota, Selasa (25/01/2022) siang.

Wacana membangun TPA di Batu Cermin ini merupakan salah satu opsi sehubungan rencana penutupan TPA Bukit Pinang.

Dalam rapat tadi, Wali Kota sudah memberi lampu hijau kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar menutup aktivitas TPA Bukit Pinang pada tahun ini.

“TPA Bukit Pinang sudah tidak layak untuk dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih lama. Karena kondisi luasan lahan yang sudah bersingungan dengan lahan warga yang ikut terdampak dengan adanya TPA ini, jadi solusinya harus kita tutup,” kata Wali Kota.

Terkait opsi sementara, sambung dia, Pemkot akan memaksimalkan TPA yang berlokasi di Sambutan.

Mengingat TPA transit di Sambutan masih bisa bertahan untuk digunakan selama 2 hingga 3 tahun.

Terkait penerangan jalan masuk ke lokasi TPA dan kondisi jalan yang masih berlumpur saat hujan, pihaknya akan membahas kembali dalam minggu ini dengan melibatkan jajaran PUPR.

“Sebenarnya terkait masalah penerangan sudah ada jalan keluarnya tapi untuk masalah pengerasan jalan masuk, kita perlu menghadirkan Dinas PUPR kota, karena anggaran peningkatan jalan masuk ke TPA ada di PUPR untuk tahun ini,” tuturnya.

Jadi sambung AH -begitu Andi Harun disapa- dengan memanfaatkan sementara TPA Sambutan pihaknya bisa sambil mempersiapkan dan memilih opsi untuk lokasi membangun TPA yang baru nanti.

Opsi pilihan di antaranya mempersiapkan TPA di Batu Cermin. 

Di sini Wali Kota meminta kepada DLH dan Dinas Pertanahan untuk segera mengkonfirmasi atas kepemilikan lahan di lokasi TPA nanti seraya merencanakan anggaran untuk pengadaan lahannya.

“Atau opsi lain, saya minta BPKAD untuk mencarikan lahan milik Pemkot yang sekiranya bisa kita manfaatkan sebagai fasilitas TPA dengan mempertimbangkan kajian teknis dari DLH. Opsi ini sebagai langkah penghematan dalam pengadaan lahan dengan menggunakan dana APBD,” kata Andi Harun.

50 HEKTARE

Sebelumnya, Kepala DLH kota Samarinda Nurrahmani mengatakan pihaknya kini tengah menyiapkan TPA representatif yang bisa mengakomodir sampah beberapa tahun ke depan.

Mengingat sambung dia, DLH sampai saat ini masih memanfaatkan dua TPA untuk menampung sampah warga Samarinda.

“Untuk TPA Bukit Pinang harus dipaksa beroperasi agar bisa menampung sampah warga di sekitaran Samarinda kota sedangkan TPA Sambutan untuk mengakomodir sampah warga yang berada kisaran kecamatan Samarinda Ilir dan Seberang,” akunya.

Menurutnya kebijakan untuk menutup TPA Bukit Pinang harus segera dilakukan jika tidak ingin timbul berbagai masalah di kemudian hari.

Oleh itu DLH telah mengajukan beberapa opsi TPA abadi di beberapa lokasi di antaranya Batu Cermin dengan luasan mencapai 50 hektare.

“Untuk pengoperasian TPA yang baru nanti harus bisa memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk tempat pembuangan akhir, tujuannya agar kita bisa mendapat pendanaan dari Pusat dalam pengembangan TPA ke depan,” ungkapnya sebagaimana rilis Kominfo.

Rencananya rapat memaksimalkan pengoperasian TPA Sambutan sendiri kembali akan digelar dalam waktu dekat.