SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Pemiliknya Kabur, Ratusan Burung dari Samarinda Diselundupkan ke Sulawesi

Pemiliknya Kabur, Ratusan Burung dari Samarinda Diselundupkan ke Sulawesi

Petugas gabungan menggagalkan penyelundupan 483 ekor burung berbagai jenis di perairan tak jauh dari Pelabuhan Cappa Ujung Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ratusan burung ilegal tersebut diangkut menggunakan Kapal Kargo KM Tomson dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Pas kami datang untuk melakukan pengawalan, terduga pemilik yang hendak menjemput burungnya menggunakan perahu ketinting langsung kabur,” jelas Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Laut KSOP Parepare Sahrun Asis, dikutip HarianKaltim.com, Jumat (29/04/2022).

Burung-burung tersebut disimpan di dek kapal. 

Petugas mendatangi kapal saat hendak membongkar burung itu di laut sebelum bersandar di pelabuhan Cappa Ujung, Kota Parepare.

“Setelah dihitung, ada jalak kerbau 400 ekor, burung lincang kuning 40 ekor, burung cucak keling 29 ekor, burung murai batu 8 ekor, 6 ekor di antaranya telah mati,” kata Rian Hari Suharto selaku Subkoordinator Pelayanan Operasional Stasiun Karantina Pertanian Parepare.

“Kita lakukan penahanan karena pemasukannya tidak dilaporkan kepada pejabat karantina serta tidak disertai sertifikat karantina dari daerah asal, sesuai UU 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Parepare, Andi Faesal mengungkapkan pihaknya terus tingkatkan koordinasi dan komunikasi antara instansi terkait yang ada di pelabuhan. 

Hal ini, bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap peraturan perkarantinaan terus berulang.

“Selanjutnya, burung-burung hasil penahanan akan kita serahkan ke BBKSDA Sulawesi Selatan untuk dilepasliarkan ke habitatnya. Yang saat ini, sedang dilakukan pengujian laboratorium untuk memastikan burung-burung tersebut tidak tertular penyakit,” tutupnya. 

(Sumber: Detik.com)