Upaya Pemkot Samarinda Tanggulangi Inflasi, Wali Kota Buka Pasar Murah

Upaya Pemkot Samarinda Tanggulangi Inflasi, Wali Kota Buka Pasar Murah

HARIANKALTIM.COM – Dalam upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengendalikan inflasi, Wali Kota Andi Harun membuka operasi pasar murah di Pasar Segiri Samarinda, Kamis (27/10/2022).

Kegiatan ini merupakan program Pemkot Samarinda serta salah satu dari 10 titik operasi pasar murah.

Usai acara, Wali Kota mengatakan, saat ini telah terjadi inflasi di beberapa negara akibat perang antar negara, dan berpengaruh pada pasokan BBM di seluruh dunia terutama di Indonesia.

“Dampaknya, mulai dirasakan oleh masyarakat khususnya di Kota Samarinda, namun untuk kenaikan harga sembako belum terlalu signifikan,” lanjutnya.

Meski demikian, Andi Harun mengajak bersama-sama menanggulangi inflasi dengan pelbagai upaya.

Upaya Pemkot Samarinda Tanggulangi Inflasi, Wali Kota Buka Pasar Murah

“Dan saya berharap warga Kota Samarinda, agar bisa melaksanakan budidaya menanam sendiri, tanaman yang mudah dan seperti lombok, sayuran dan apotek hidup, hal ini agar menjaga bahan yang dibutuhkan tetap stabil,” pesannya.

Menurut Wali Kota, pasokan bahan makanan dipastikan tetap aman hingga akhir tahun, dan berharap juga hingga pada perayaan Hari Raya Idul Fitri mendatang.

“Di Samarinda sudah tercatat inflasinya mencapai 4,59 persen dan untuk seluruh Indonesia, Kaltim belum masuk kategori paling rendah terkait inflasi ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini pula, Wali Kota memberikan informasi kepada seluruh pedagang di pasar Segiri, bahwa kedatangan Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Pasar Segiri itu tidak hoax.

Tapi, sehubungan adanya jadwal padat kegiatan kepresidenan, maka dialihkan ke pasar di wilayah Kota Balikpapan.

“Mengingat padatnya jadwal Presiden, maka dialihkan kunjungan pasar tersebut, namun Presiden tetap membagikan sembako kepada pedagang Pasar Segiri dan diserahkan langsung oleh Kapolresta Samarinda,” sambungnya.

Presiden Joko Widodo telah menyiapkan bantuan berupa sembako 700 paket serta dana tunai, dan bantuan ini pun guna mengendalikan terjadinya inflasi di daerah Kota Samarinda.

“Tidak hanya pedagang saja, nanti berlanjut bantuan ke para sopir angkot, nelayan, pedagang tidak mampu serta lainnya,” ungkapnya.

Wali Kota juga menyebutkan bahwa Pemkot Samarinda telah bekerja sama dengan daerah lain yakni Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, dalam hal penyediaan ternak guna menjga harga daging ayam.

“Selain itu, Pemkot Samarinda akan melaksanakan project swakelola di program Probebaya, seperti gerakan menanam cabai dan bawang merah 1 hektar, dengan menggunakan Dana Transfer Umum (DTU) sebesar Rp16,5 miliar dan sesuai arahan pemerintah pusat,” paparnya.

Ditambah pula Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp19 miliar yang merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah pusat atas keberhasilan kinerja Pemkot Samarinda dalam mengendalikan inflasi.

“Dan keberhasilan ini tidak terlepas peran besar dari TNI Polri, agar masyarakat Kota Samarinda lebih sejahtera dan pasokan kebutuhan masyarakat terjaga,” pungkasnya. (Adv/IR)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com