Rumitnya Urus Sertifikat Tanah di Kaltim, Sampai Menteri Darmin Turun Tangan

Stigma birokrasi surat menyurat masih menjadi urusan yang rumit tampaknya belum pudar.

Bukan hanya rakyat jelata, bahkan kendala juga harus dihadapi jajaran pemerintah daerah.

Seperti yang dialami Pemprov Kalimantan Timur dalam sertifikasi lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

Sampai harus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pun turun tangan.

Ia kemudian mengundang Gubernur Kaltim Isran Noor ke Jakarta, Kamis (27/12/2018), untuk membahas KEK Maloy yang hingga kini belum beroprasi.

Menteri Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan, peresmian KEK Maloy baru bisa dilakukan pada 2019.

Namun saat ini tinggal menunggu sertifikasi lahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

“Kalau Maloy itu sudah selesai. Sudah bisa diresmikan dalam waktu sebulan ke depan,” ucapnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis malam.

Sementara, usai rapat Isran mengatakan persiapan Pemprov sebetulnya sudah lengkap.

Hanya saja, belum beroperasinya KEK Maloy karena para investor masih menunggu sertifikasi lahan.

Padahal sudah banyak investor dari berbagai bidang usaha yang ingin berinvestasi di sana.

Investor pun tidak hanya dari dalam negeri tapi juga asing, salah satunya yakni pengusaha batubara dari Korea dan Cina.

“[Ketersediaan] Lahannya sudah tidak masalah, [yang jadi] persoalan sertifikasinya belum diterbitkan oleh BPN [Badan Pertanahan Nasional]. Kalau dari kita [pemda] sudah tidak ada masalah,” jelasnya.

“Investor kan mikir juga dia. Kalau sudah jelas tidak masalah. Jadi, investor bukan masalah [ketersediaan] lahan, tapi status [sertifikasi lahan].”

Isran menjelaskan kalau dari rapat koordinasi KEK dengan Menko Darmin tadi, pihak BPN berjanji akan segera menyelesaikan urusan sertifikasi lahan.

Dengan demikian, KEK Maloy bisa segera diresmikan dan beroperasi.

“BPN tadi jawabannya nanti secepatnya. Kalau kita, persyaratan kita sudah semua. Mungkin sebulan lagi selesai. 2019 awal, [sekitar bulan] Januari – Februari sudah diresmikan Presiden, kalo tidak Presiden ya Menko,” ujarnya.

Bagaimana menurut Anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *