HARIANKALTIM.COM – Tabir gelap mengenai keterkaitan antara PT EN Handayani Group dan CV Endang Karya dalam pusaran proyek di Kalimantan Timur mulai terungkap.
Setelah sempat memberikan bantahan normatif melalui surat resmi, Direktur Utama PT EN Handayani Group, Aliyas ST, akhirnya mengakui adanya hubungan kekeluargaan dan historis yang erat di antara kedua perusahaan tersebut.
Dalam konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ahad (21/12/2025), Aliyas mengungkapkan bahwa CV Endang Karya didirikan oleh mertuanya sendiri, H Djilin Arifin.
Pengakuan ini sekaligus menjelaskan mengapa kedua perusahaan tersebut pernah tercatat menggunakan alamat yang sama, yakni di Jalan Ramania No. 309, Samarinda.
“CV Endang Karya pendirinya orang yang sama, yaitu Bapak Haji Djilin Arifin, mertua saya,” ujar Aliyas saat dikonfirmasi mengenai temuan data pemenang tender beberapa tahun silam yang mencantumkan kantor CV Endang Karya di alamat yang kini menjadi kantor PT EN Handayani Group.
Aliyas berjanji akan memberikan nomor kontak pihak manajemen CV Endang Karya untuk keperluan konfirmasi lebih lanjut, namun hingga berita ini diturunkan, janji tersebut belum terlaksana.
Aliyas menjelaskan bahwa saat ini alamat CV Endang Karya telah berpindah ke rumah direkturnya di Jalan A. Wahab Sjahranie Gang 45.
Namun, berdasarkan penelusuran lapangan yang dilakukan Hariankaltim.com ke lokasi tersebut, keberadaan kantor CV Endang Karya tidak ditemukan.
Di lokasi yang disebutkan, tidak terlihat adanya plang nama perusahaan sebagaimana layaknya kantor kontraktor. Bahkan, sejumlah warga setempat yang ditemui mengaku tidak mengenal nama CV Endang Karya.
Sebelumnya, dalam surat resmi nomor 013-TGP-HK/EHG/XII/2025 tertanggal 19 Desember 2025, PT EN Handayani sempat menyatakan tidak memiliki hubungan dengan CV Endang Karya dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Aliyas juga menegaskan bahwa dalam empat tahun terakhir (2022–2025), PT EN Handayani tidak mengikuti lelang umum di lingkungan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim serta dalam kondisi vakum sepanjang tahun 2025. (RED)







