HARIANKALTIM.COM – Kasus dugaan korupsi tambang yang menjerat pengusaha Samin Tan mulai mengungkap jalur verifikasi dan pengapalan batu bara yang selama ini minim sorotan.
Salah satu nama yang terseret dalam konstruksi perkara Kejaksaan Agung (Kejagung) adalah PT OOWL Indonesia, perusahaan surveyor yang memiliki kantor operasional di Samarinda, Kalimantan Timur.
Dari penelusuran Hariankaltim.com, perusahaan bidang inspeksi, pengujian laboratorium, draft survey, hingga verifikasi pengapalan mineral dan batu bara ini berkantor cabang di Jalan Ring Road II, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.
Nama OOWL mencuat setelah Kejagung menetapkan General Manager-nya, Helmi Zaidan Mauludin (HZM), sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan tambang PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT)—perusahaan yang terafiliasi dengan Samin Tan.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarif Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa HZM diduga berperan memalsukan dokumen hasil verifikasi komoditas tersebut.
“HZM bertugas melakukan pengecekan selaku surveyor dan membuat dokumen hasil verifikasi untuk syarat penerbitan surat perintah berlayar dari KSOP serta pembayaran royalti,” ujar Syarif dalam keterangan persnya.
Penyidik juga menduga HZM memalsukan Certificate of Analysis (CoA) atau hasil uji laboratorium untuk memuluskan pengapalan batu bara dari aktivitas tambang PT AKT.
Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi apakah kantor perwakilan OOWL di Samarinda terlibat dalam perkara yang ditangani Kejaksaan.
Di sisi lain, media ini menemukan dokumen ekspor yang menunjukkan aktivitas pengapalan menggunakan Laporan Hasil Verifikasi (LHV) terbitan OOWL menuju Vietnam.
Berkas tersebut juga memperlihatkan proses kepabeanan yang melibatkan perusahaan jasa lokal di Samarinda. Menariknya, ditemukan perbedaan nama surveyor dalam berkas pengapalan tersebut.
Pada salah satu lembar kerja, tertulis nama surveyor lain, namun LHV yang terbit justru menggunakan nama PT OOWL Indonesia. Alasan perbedaan ini belum diketahui.
Upaya konfirmasi resmi kepada OOWL Indonesia masih terus berjalan hingga berita ini ditayangkan.
Dalam bisnis pertambangan, peran surveyor sangat krusial karena bertanggung jawab atas sampling, pengujian kualitas, hingga penerbitan dokumen verifikasi untuk syarat ekspor dan administrasi kepabeanan.
Pola verifikasi dan pengapalan inilah yang kini tengah dibongkar oleh penyidik Kejagung. (RED)






