Cititrans Dua Kali Celaka di Tol Balsam, Jasa Marga Akui Ada Area Penurunan Jalan

Cititrans Dua Kali Celaka di Tol Balsam, Jasa Marga Akui Ada Area Penurunan Jalan

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM — Dua kecelakaan yang melibatkan armada travel Cititrans terjadi di ruas Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) dalam kurun kurang dari sepekan.

Insiden pertama beredar di media sosial pada 4 Mei 2026. Unggahan akun informasi lalu lintas memperlihatkan kendaraan travel Cititrans mengalami kecelakaan di KM 20 Tol Balsam setelah terlibat tabrakan dengan mobil Gran Max.

Enam hari kemudian, Minggu malam (10/5/2026), kecelakaan kembali terjadi di KM 52 Tol Balsam. Dalam insiden tersebut, armada Cititrans dilaporkan menabrak bagian belakang truk.

Bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan proses evakuasi penumpang oleh warga bersama petugas di lokasi kejadian.

Seorang penumpang perempuan disebut sempat terjepit di dalam kendaraan sebelum berhasil dievakuasi.

Pihak Cititrans juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut melalui media sosial resminya. Manajemen Cititrans menyebut seluruh penumpang dan pengemudi terdampak telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis.

Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum menyampaikan penyebab pasti kecelakaan.

Di media sosial, sejumlah pengguna menyoroti kondisi ruas Tol Balsam saat malam hari. Sebagian komentar menyinggung minimnya penerangan dan kondisi jalan yang dinilai kurang rata.

“Tol sudah kadap jalan nya juga rakaruannn,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Manager Sumber Daya Manusia dan Umum PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda, Achmari, mengatakan penerangan jalan di Tol Balsam telah memenuhi standar jalan tol antarkota sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kementerian PUPR.

Menurutnya, penerangan jalan umum (PJU) memang tidak diwajibkan terpasang di seluruh badan jalan tol.

“PJU dipasang pada titik-titik tertentu seperti gerbang tol, simpang susun, dan area yang memerlukan perhatian khusus,” ujarnya kepada Hariankaltim.com, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, Jasa Marga juga menyebut terdapat area penurunan jalan yang masih menunggu penanganan permanen.

Achmari mengatakan penanganan masih menunggu persetujuan Review Terhadap Desain (RTA) di Direktorat Jenderal Bina Marga.

“Proses saat ini telah mendekati tahap final. Setelah persetujuan diterbitkan, perbaikan permanen akan segera dilaksanakan,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pengelola tol mengaku telah memasang spanduk keselamatan di sejumlah titik strategis dan overpass.

Selain itu, pihaknya juga mengevaluasi kemungkinan penambahan rumble strip atau marka kejut di area tertentu guna meningkatkan kewaspadaan pengemudi. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com