Bukan Delik Aduan, Polisi Bisa Usut Dugaan Pencurian Puluhan Lampu Jalan di Mugirejo

Bukan Delik Aduan, Polisi Bisa Usut Dugaan Pencurian Puluhan Lampu Jalan di Mugirejo

HARIANKALTIM.COM – Koalisi Peduli Publik Kaltim (KPPK) menyoroti hilangnya puluhan lampu penerangan jalan di jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Lubuk Sawah, Kelurahan Mugirejo, dengan Jalan Gerilya di Kelurahan Sungai Pinang Dalam.

Sekretaris KPPK, Ibrohim, meminta aparat kepolisian Samarinda menelusuri penyebab hilangnya fasilitas penerangan yang sebelumnya dipasang untuk kepentingan masyarakat tersebut.

Menurutnya, dugaan pencurian bukan merupakan delik aduan sehingga aparat penegak hukum tetap dapat melakukan penyelidikan meski tidak ada laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan.

“Kalau memang ada dugaan tindak pidana, aparat bisa melakukan penelusuran. Jangan sampai fasilitas yang digunakan masyarakat hilang begitu saja tanpa ada kejelasan,” kata Ibrohim kepada Hariankaltim.com, Ahad (21/06/2026).

Sorotan tersebut muncul setelah media ini mengungkap kondisi jalur alternatif Lubuk Sawah–Gerilya yang kini kembali minim penerangan.

Berdasarkan hasil penelusuran, sekitar 40 lampu jalan bantuan dari peternakan Ayam Makmur milik pengusaha Handoko pernah dipasang di kawasan tersebut sekitar setahun lalu atas usulan warga. Namun kini hanya tersisa tiga lampu yang masih menyala.

Perwakilan Ayam Makmur, Anto dan Meidi sebelumnya menyebut lampu mulai hilang satu per satu sekitar dua hingga tiga bulan setelah pemasangan.

Selain lampu, sejumlah tiang dan kabel instalasi juga disebut ikut hilang.

Meski mengaku mengetahui adanya kehilangan, pihak perusahaan tidak pernah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Ibrohim menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian karena fasilitas yang hilang bukan hanya berkaitan dengan kepentingan perusahaan, tetapi juga menyangkut kebutuhan masyarakat yang menggunakan jalur tersebut setiap hari.

Menurut dia, kepastian mengenai penyebab hilangnya puluhan lampu itu penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

“Kalau dicuri, harus diketahui bagaimana kejadiannya dan siapa yang bertanggung jawab. Kalau ada penyebab lain, itu juga harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa minimnya penerangan di jalur alternatif Lubuk Sawah–Gerilya berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Karena itu, KPPK mendorong adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk memastikan persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

“Yang terpenting sekarang adalah ada kejelasan dan ada solusi. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena fasilitas penerangan yang sebelumnya ada kini tidak lagi berfungsi,” pungkasnya. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com