Jalan Oloy di Muara Muntai Sudah Habiskan Rp52 M tapi Kini Longsor, CV Oryza Dua Kali Dapat Proyek

Jalan Oloy di Muara Muntai Sudah Habiskan Rp52 M tapi Kini Longsor, CV Oryza Dua Kali Dapat Proyek
Jalan Oloy yang longsor. Insert: Zulia Ardianti, Direktur CV Oryza

HARIANKALTIM.COM — Jalan Oloy yang menghubungkan Kecamatan Muara Muntai dengan Dusun Kuyung, Kutai Kartanegara putus akibat longsor pada 25 Agustus 2026.

Putusnya jalan ini menjadi sorotan karena ruas tersebut telah beberapa kali mendapat pekerjaan konstruksi dengan nilai anggaran puluhan miliar rupiah.

Jika dihitung dari sejumlah proyek yang teridentifikasi, totalnya mencapai lebih dari Rp52 miliar. CV Oryza dengan direktur Zulia Ardianti tercatat dua kali menjadi pelaksana proyek fisik.

Pada 2024, CV Oryza memenangkan paket Penurapan Jalan Oloy dengan nilai kontrak Rp4,646 miliar. Dokumen pengadaan mencantumkan pekerjaan berupa galian biasa, geotekstil, lapis pondasi agregat Kelas A, dinding turap beton, bronjong dengan kawat berlapis galvanis, serta pembongkaran pasangan batu.

Untuk pengawasan pekerjaan, Pemkab Kukar menunjuk CV Risma Nugraha dengan nilai kontrak sekitar Rp265,179 juta.

Pada tahun yang sama, terdapat paket lain, yakni Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Oloy. Pekerjaan dengan nilai kontrak sekitar Rp6,544 miliar itu dikerjakan CV Sawonggaling. Pengawasannya ditangani CV Risma Nugraha dengan nilai sekitar Rp345,987 juta.

Pekerjaan Jalan Oloy kembali dilaksanakan pada 2025. Kali ini, CV Oryza kembali menjadi pemenang paket Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Oloy dengan nilai kontrak Rp9,480 miliar.

Paket tersebut mencakup pekerjaan struktur dan perkerasan, antara lain lapis pondasi agregat Kelas A, perkerasan beton semen dengan mutu f’c 3,8 MPa, lapis pondasi bawah beton kurus, beton f’c 10 MPa, serta pasangan batu.

Pengawasan paket 2025 diberikan kepada CV Enggang Cipta Consultant dengan nilai kontrak sekitar Rp334,970 juta.

Pekerjaan di Jalan Oloy tidak baru dimulai pada 2024. Pada 2020 terdapat paket Lanjutan Peningkatan Jalan Oloy Menuju Kayu Batu dengan nilai sekitar Rp17,42 miliar.

Belanja infrastruktur kemudian berlanjut. Pada 2024 juga terdapat pekerjaan Penggantian Jembatan Oloy dengan nilai kontrak sekitar Rp12,57 miliar.

Jika sejumlah paket pekerjaan jalan dan infrastruktur terkait yang teridentifikasi sejak 2020 dihitung, nilai keseluruhannya mencapai lebih dari Rp52 miliar.

Kini, jalan beton itu patah dan sebagian materialnya jatuh ke area sungai. Tak terlihat ada besi tulangan.
Tanah di bawah badan jalan tergerus hingga membentuk lubang besar.

Pengendara terpaksa menggunakan jalur alternatif yang baru dibuat namun masih berupa jalan tanah.

HarianKaltim.com telah menghubungi
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar maupun CV Oryza, pekan lalu, namun hingga berita ini diterbitkan, kedua pihak belum merespons.(RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com