Kasus Penyiksaan Anak Kandung di Jl Damanhuri Terbongkar Berkat Tetangga Penasaran dan Ngintip

Kasus Penyiksaan Anak Kandung di Jl Damanhuri Terbongkar Berkat Tetangga Penasaran dan Ngintip

HARIANKALTIM.COM – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda berhasil mengungkap perkara tindak pidana kekerasan kepada anak kandung.

Polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku berinisial AK (23 tahun) ibu kandung, dan JB (42 tahun) yang merupakan ayah tiri korban.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Dr. Ary Fadli, Senin (29/04/2024), dalam press release menjelaskan kronologis kejadian yakni pada Jumat 26 April 2024 sekira pukul 08.00 WITA bertempat di sebuah rumah di Jalan Damanhuri Gang 3 Melati Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda.

F yang merupakan saksi dan tetangga korban, bermaksud melakukan aktivitas kerja dengan melewati rumah korban.

Kemudian karena penasaran saksi mengintip dari jendela teralis besi, karena rasa penasaran bertanya kepada korban (8 tahun) dan mendapat jawaban di rumah sendiri, lapar, rumah dikunci dari luar dan secara fisik terlihat banyak bekas luka.

Kemudian saksi menghubungi pemilik rumah kontrakan (M) untuk datang membawa kunci duplikat membuka pintu ruang tamu.

Disaksikan para tetangga, ketua RT, Babinkamtibmas, Babinsa dan petugas UPTD PPA Kota Samarinda, ternyata didapati seorang anak (8 tahun) dengan kondisi banyak luka dan kelaparan.

Dari hasil interogasi Saksi Warga mengatakan, bahwa orang tuanya pada Kamis 26 April 2024 pukul 17.00 WITA meninggalkan korban sendirian dengan tujuan menginap di hotel.

Kapolresta Samarinda mengatakan, dari hasil interogasi, korban sering mungkin dianiaya ibu kandung dan ayah tiri.

Dipukul maupun dicubit oleh ibu kandung, kemudian kakinya luka dan patah akibat ditendang dan diinjak ayah tirinya.

Korban juga mengaku bahwa ayah tirinya memaksanya minum air panas dengan alasan pengobat sakit maag, mencubit, memukul dengan sasaran paha dan mulut.

“Kejadian ini sungguh sangat membuat prihatin kita semua, bagaimana kedua orang tua yang seharusnya menjaga dan melindungi anak malah dengan tega menyiksa anak sendiri. Pelaku sudah diamankan dan ditahan di rutan Polresta untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Selanjutnya, atas perbuatannya kedua pelaku terancam dipenjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000.

Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com