Anggaran besar rupanya tak menjamin sebuah bangunan memberikan rasa aman bagi penghuninya.
Hal inilah yang tampaknya terjadi di Puskesmas Bengkuring.
Gedung megah fasilitas kesehatan publik yang berlokasi di Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara itu mengalami kerusakan berupa retak di sejumlah titik.
Padahal bangunan berlantai dua itu masih terhitung sangat baru.
Proyek pembangunannya dilelang pada Juni 2020 dengan anggaran Rp8 miliar lebih, selanjutnya mulai ditempati pada awal 2021 tadi.
Kerusakan paling parah terlihat di ruangan untuk sampah medis yang terletak di sayap kiri arah belakang bangunan puskesmas.
Retaknya cukup lebar dan panjang.
Terlihat ada bekas upaya untuk menambal, tapi seolah tak berarti lantaran retakan tetap terbuka.
Di bagian dalam juga banyak ditemukan retak, baik lantai satu maupun dua.
Tak hanya dinding, tapi juga hingga keramik lantai, bahkan plafon, juga lantai teras samping dan belakang.
“Makanya kami merasa khawatir,” ungkap Junaidi, staf Puskesmas Bengkuring saat ditemui HarianKaltim.com, di lokasi, beberapa hari lalu.
“Rasanya saya ingin minta pindah (tugas) saja,” selorohnya sambil tersenyum.
Terlebih lagi jika mengingat ada kejadian beberapa tahun lalu yang cukup mengagetkan para pegawai Puskesmas Bengkuring.
“Bangunan kantor lurah di sebelah itu sempat seperti mau ambruk, keras suaranya waktu itu. Kami khawatir juga seperti itu,” timpal salah seorang pegawai lainnya.
Gedung puskesmas memang bersebelahan dengan Kantor Lurah Sempaja Timur.
Jaraknya hanya sekitar dua meter yang dibatasi sebuah tembok usang.
Kerusakan berupa retak di Puskesmas Bengkuring ini agaknya sudah mulai mengganggu pelayanan.
Salah satunya, retak yang terjadi di ruang gawat darurat.
“Itu sampai pintunya gak bisa dibuka lagi,” ujar staf lainnya menunjuk sebuah ruangan di bagian depan.
JANJI DIPERBAIKI
Ketika dikonfirmasi, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan segera diperbaiki.
Janji ini disampaikan PPK proyek pambangunan Puskesmas Bengkuring, Subagio.
“Kami sudah menerima laporan dari Puskesmas Bengkuring soal kerusakan itu. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kontraktornya untuk melakukan perbaikan,” ujar Subagio ketika dihubungi via WhatsApp, Rabu (12/01/2022).
Terpisah, pihak kontraktor pun menyampaikan janji senada.
“Sekarang saya sedang mengumpulkan pekerja,” ujar Krisna, yang mengaku sebagai staf pelaksana dari PT Najla Syakira.
Namun ia belum bisa menyebutkan kapan tepatnya waktu perbaikan dimulai.
(MH)










