Mahasiswa Curiga Ada Sindikat Mafia Gas Elpiji di Samarinda

Mahasiswa Curiga Ada Sindikat Mafia Gas Elpiji di Samarinda

HARIANKALTIM.COM – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Samarinda belakangan ini menjadi keprihatinan karena semakin sulit ditemukan dan harganya melonjak tinggi.

Dugaan kuat adanya pengurangan jumlah kuota, di samping kemungkinan adanya permainan dari ‘sindikat mafia’ di balik menghilangnya gas bersubsidi tersebut.

Berangkat dari keprihatinan dan situasi ini, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kaltimtara menggelar aksi unjuk rasa di depan Depo Pertamina, Jalan Cendana, Samarinda, Senin tadi.

Dalam keterangan persnya, Joji Kuswanto selaku Kadep Kebijakan Publik KAMMI Kaltimtara, mengungkapkan bahwa kekurangan distribusi ini disebabkan oleh pemotongan yang signifikan dari kebutuhan elpiji masyarakat Samarinda.

Selain itu, Joji juga mencurigai kemungkinan adanya penyelewengan oleh sindikat mafia gas elpiji yang perlu segera diselidiki dan menjadi fokus penegak hukum.

“Meskipun tidak semua daerah di Samarinda mengalami kelangkaan gas elpiji, kelangkaan ini memiliki dampak signifikan terutama bagi masyarakat dan UMKM di Samarinda,” ujarnya.

Joji menjelaskan bahwa kurangnya pengawasan dari Dinas Perdagangan dalam mengawal distribusi elpiji untuk masyarakat juga menjadi salah satu alasan terjadinya masalah ini.

“Seperti distribusi yang tidak tepat sasaran dan kurangnya stok yang tersedia,” tukasnya.

Bahkan, lanjut dia, harga jual gas elpij saat sampai di masyarakat sangat berbeda jauh dari harga aslinya sebesar Rp18.000.

“Peningkatan harga ini sangat signifikan, sekitar 50-65%, yang jika dihitung dalam rupiah mencapai 25.000-30.000 rupiah. Tingginya harga dan kelangkaan elpiji harus menjadi perhatian pihak-pihak terkait untuk memastikan kenyamanan masyarakat,” ujar Joji.

KAMMI menekankan perlunya dilakukan penyelidikan yang masif untuk memberantas mafia elpiji.

“Ketidaksesuaian antara jumlah distribusi dan penerimaan di tengah masyarakat dapat menjadi indikasi adanya penyelewengan dalam pengelolaan elpiji,” tegasnya.

Untuk itulah, KAMMI menyampaikan beberapa tuntutan yakni menuntut Pertamina dan pemerintah memastikan penambahan stok elpiji yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Samarinda.

Kemudian, menuntut pemberantasan sindikat mafia gas LPG yang merugikan hak-hak masyarakat.

“Dan menghentikan praktik monopoli migas yang merugikan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.

KAMMI bersikeras untuk terus mengawal permasalahan kelangkaan elpiji ini hingga mendapatkan solusi yang memastikan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Samarinda dan Kaltim. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com