SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

PMII Kaltimra Tolak Perpanjangan Izin Tambang KPC dan MHU

PMII Kaltimra Tolak Perpanjangan Izin Tambang KPC dan MHU

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kalimantan Timur – Utara (PKC PMII Kaltimra) menolak perpanjangan izin tambang PT Kaltim Prima Coal, PT Multi Harapan Utama (MHU), dan perusahaan PKP2B lainnya.

Tuntutan ini merupakan salah satu poin yang mereka suarakan saat menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajahmada, Samarinda, Kamis (18/11/2021) siang.

Koordinator aksi unjuk rasa ini, Nhazar menjelaskan, dua butir tuntutan lainnya yakni mendesak para penegak hukum untuk memproses hingga tuntas kasus pencemaran lingkungan akibat pertambangan dan 40 korban lubang tambang.

Kami juga meminta pemerintah membuka dokumen evaluasi rekam jejak perusahaan KPC dan MHU,” ungkap Nhazar.

Berdasarkan catatan yang dihimpun oleh PKC PMII Kaltimra terkait persoalan kedua perusahaan tersebut antara lain jumlah lubang tambang KPC sebanyak 191 dengan luasan total 23.891 hektare.

Sedangkan luas konsesinya 84.938 hektare.

Masa kontraknya akan habis pada 31 Desember 2021.

Adapun PT MHU yang luas konsesinya 46.062 hektare, masa kontraknya berakhir pada 1 April 2022.

Jumlah lubang tambangnya 50 dengan luasan keseluruhan 3.748 hektare.

PMII juga mencatat sejumlah konflik antara kedua perusahaan dengan warga yang menimbulkan dugaan pelanggaran HAM, hingga tengarai pencemaran lingkungan.