SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

PU: Kena Pipa Tak Bisa Dihindari

PU: Kena Pipa Tak Bisa Dihindari

Di Kota Samarinda, saat ini kegiatan pembenahan drainase tampak kian gencar, dalam upaya pemerintah mengendalikan banjir.

Namun pekerjaan proyek drainase acap kali bersinggungan dengan fasilitas umum, mulai dari jalan, pipa PDAM, kabel maupun tiang listrik PLN dan Telkom.

Misalnya saja saat dilakukan pengerukan, ‘garukan’ alat berat proyek terkena pipa milik PDAM.

Insiden inipun tak jarang memantik komentar minor dari warga, terutama pelanggan Perumdam Tirta Kencana Samarinda yang terdampak.

Maklum saja, aliran air leding macet berhari-hari akibat pecahnya pipa distribusi.

Kejadian paling hanyar yakni Senin (06/12/2021), di Jalan A Wahab Sjahranie.

Saat dikonfirmasi, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda mengakui proyek drainase kerap bersinggungan dengan fasilitas publik lainnya.

“Memang tak bisa dihindari, ada pipa yang pecah ketika alat berat melakukan pengerukan. Terutama pipa yang berada di bahu jalan,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA), PUPR Samarinda, Rosnayadi Novida kepada HarianKaltim.com, Selasa (07/11/2021).

PU: Kena Pipa Tak Bisa Dihindari

Bahkan ada pula pipa yang sengaja ‘dipotong’ hingga ratusan meter, tapi kemudian disambung kembali setelah pengerukan rampung.

“Misalkan kedalaman drainase yang diperlukan tiga meter, sementara pipanya di kedalaman satu meter, mau tidak mau pipanya diangkat dulu, baru nanti diganti,” jelasnya.

Ia mencontohkan proyek drainase di Jalan A Yani pada 2012 silam terpaksa mengganti pipa PDAM sepanjang 320 meter.

“Waktu itu kalau tidak salah biaya untuk penggantiannya sekitar Rp1 miliar,” kisahnya.

Ditanya berapa alokasi anggaran penggantian pipa PDAM di proyek drainase Jl A Wahab Sjahranie saat ini, Novida menyebut angka Rp400 juta.

“Tapi bukan kontraktor rekanan dari kami yang melakukan perbaikan atau penggantian, karena tidak diperbolehkan PDAM. Kontraktornya harus dari rekanan PDAM,” terangnya.

Makanya, ia menegaskan, koordinasi antara Dinas PU dan PDAM telah ada sejak lama.

“Polanya, kontraktor kami yang mengerjakan drainase berkoordinasi dengan kontraktor PDAM. Sama juga dengan PLN dan Telkom,” jelasnya.