HARIANKALTIM.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda atau yang dikenal sebagai Rutan Sempaja menggelar Razia Gabungan, Selasa pagi (17/09/2024).
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kaltim, Endang Lintang Hardiman didampingi Kepala Rutan Samarinda, Heru Yuswanto.
Razia bersama jajaran Divisi PAS, BNNK, Polri dan TNI ini dalam rangka pelaksanaan rencana aksi dan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Sebelum pelaksanaan razia kamar hunian, terlebih dahulu digelar apel gabungan yang dipimpin oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas), Lintang.
Mengawali sambutannya, ia menyampaikan pesan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan tentang 3+1 Kunci Pemasyarakatan Maju di antaranya, Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Berantas Narkoba, dan Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH).
Setelah melaksanakan apel, petugas Rutan Samarinda beserta tim yang terlibat dalam razia kali ini langsung bergerak bersama-sama menuju blok hunian.
Penggeledahan dilakukan secara bergantian pada masing-masing blok hunian, baik blok hunian pria maupun blok wanita digeledah tanpa terkecuali.
Penggeledahan dilakukan secara detaiI dan gesit menyisir ke seluruh sudut ruangan yang dicurigai dimanfaatkan Warga Binaan menjadi tempat persembunyian barang terlarang.
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pun tidak luput digeledah. Satu per satu WBP digeledah badan sebelum mensterilkan ruangan untuk dilakukan penggeledahan kamar huniannya.
Pelaksanaan penggeledahan kamar dan blok hunian berlangsung dengan tertib dan lancar.

Petugas tetap menyita barang-barang yang berpotensi disalahgunakan sehingga tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.
“Hasil dari penggeledahan adalah tidak ditemukan barang terlarang ataupun obat-obatan terlarang,” ucap Kadivpas, dikutip Hariankaltim.com dari rilis Humas Rutan Samarinda.
TES URINE ACAK
Setelah penggeledahan kamar blok hunian, kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan Rutan Zero Narkotika ini ditutup dengan pelaksanaan tes urine kepada warga binaan yang dilakukan secara acak.
Hal ini, lanjutnya, guna memastikan bahwa tidak terdapat penyalahgunaan narkoba, sehingga dilakukan tes urine kepada 25 orang Warga Binaan secara acak.
“Hari ini juga telah dilaksanakan tes urine, berdasarkan hasilnya yang telah dilakukan kepada petugas maupun Warga Binaan menunjukkan hasil negatif,” terangnya
Diharapkan dengan sinergitas yang baik ini, seluruh jajaran Rutan Samarinda didampingi oleh APH yang terlibat dapat terus bersama-sama berkomitmen untuk P4GN dan menciptakan Rutan Samarinda bersih dari Narkoba. (MP/RED)







