HARIANKALTIM.COM – Kerusakan pada gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 14 Samarinda dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Hal ini menjadi perhatian utama Komisi IV DPRD Kaltim, sehingga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut, Senin (26/05/2025).
Sidak dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, bersama Anggota Komisi IV Agus Aras dan Agusriansyah Ridwan.
Tujuan utama dari sidak ini adalah untuk menilai kondisi bangunan sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan parah, termasuk pergeseran tanah yang berpotensi meruntuhkan gedung.
Meski baru diresmikan pada 2024 lalu, namun kondisi fisik gedung sudah cukup memprihatinkan.
Beberapa titik kerusakan yang ditemukan di antaranya adalah dinding yang retak dan lantai keramik yang rusak.
Pembangunan gedung tiga lantai senilai Rp42 miliar ini memiliki daya tampung untuk 736 siswa, dengan fasilitas 21 ruang kelas, 4 laboratorium, ruang guru, ruang rapat, ruang Kepala Sekolah, dan sejumlah fasilitas lainnya.
“Kami melihat langsung beberapa titik kerusakan yang cukup serius. Dinding sekolah yang retak bisa berisiko runtuh karna terjadinya pergeseran tanah berpotensi membahayakan siswa. Ini harus segera diperbaiki agar lingkungan sekolah menjadi lebih aman,” ujar Baba.
Dalam kesempatan tersebut, Baba menambahkan bahwa Komisi IV memiliki fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh kegiatan sekolah, termasuk manajemen dan infrastruktur pendidikan.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Kaltim.
“Kami ingin mendengar langsung dari pihak sekolah mengenai tantangan yang mereka hadapi. Hal ini penting agar kami bisa memperjuangkan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” jelas Baba
Oleh karena itu, H. Baba menekankan pentingnya prioritas pembenahan infrastruktur pendidikan ke depan. “Kami berharap untuk ke depan prioritas dalam pembenahan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 14 Samarinda, Syawal Arifin, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera memperbaiki infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan. (*/RED)







