Soal Napi Rutan Sempaja Jualan Sabu Rp2 Miliar, Begini Respon Kemenkumham Kaltim

Soal Napi Rutan Sempaja Jualan Sabu Rp2 Miliar, Begini Respon Kemenkumham Kaltim

HARIANKALTIM.COM – Terungkapnya seorang narapidana kasus narkoba di Rumah Tahanan (Rutan) Sempaja dengan barang bukti uang Rp2 miliar, akhirnya direspon pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Timur.

Meski awalnya terkesan menolak mengomentari kasus tersebut lantaran baru saja menjabat, namun Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim, Dr Gun Gun Gunawan akhirnya mau buka suara.

“Saya di sini baru 12 hari. Kalau itu tanya BNN,” ujarnya ditemui awak media usai pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Kemenkumham Kaltim, Senin (23/10/2023).

Disinggung mengenai kemungkinan evaluasi jabatan Kepala Rutan Sempaja, ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan dari pusat.

Sementara, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Heri Azhari yang juga baru menjabat, mengaku akan melakukan mapping atau pemetaan terhadap seluruh unit-unit kerja di bawah tanggung jawabnya.

“Saya akan mapping seluruh UPT yang ada, terus mengambil kira-kira apa permasalahannya,” kata Heri saat ditanya apa langkah pihaknya ke depan.

Ia juga membantah bahwa tersangka F ditangkap saat berstatus narapidana atau warga binaan Rutan Sempaja.

“Waktu itu F sedang menjalani pembebasan bersyarat. Dan ditangkapnya bukan di dalam rutan,” katanya saat menghubungi media ini via telepon.

Di sisi lain, upaya konfirmasi media ini didampingi Ketua LSM Suara Arus Bawah, Sandri M Armand, di Rutan Sempaja, mendapat penolakan dari petugas jaga.

Selain alasannya pimpinan tidak ada di tempat, pejabat Humas juga tak bisa ditemui.

Sebelumnya diberitakan, seorang narapidana narkotika di Rutan Sempaja dengan inisial F menghasilkan lebih dari Rp2 miliar dari penjualan sabu dalam kurun waktu tiga tahun (2020 hingga 2023).

Kejaksaan Negeri Samarinda menerima tersangka dan barang bukti pencucian uang dari BNNP Kaltim pada 18 Oktober 2023.

Tersangka yang telah divonis hukuman 10 tahun berkaitan narkotika itu, diduga menjalankan bisnis narkotika dan menggunakan uang hasil penjualan untuk membeli properti dan kendaraan dengan tujuan menyamarkan asal usul uang tersebut.

Barang bukti yang disita termasuk uang lebih Rp2 miliar, kartu ATM, buku rekening, sepeda motor, ponsel, serta tanah dan bangunan dalam proses pembangunan. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com