HARIANKALTIM.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kanwil Kemenag Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Pesantren Ramah Anak di Pondok Pesantren Ibadurrahman, Tenggarong Seberang, pada 22 Mei 2026 lalu.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pontren/PAKIS Kanwil Kemenag Kaltim, M. Isnaini, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang bebas dari kekerasan fisik maupun verbal serta bebas diskriminasi terhadap santri.
Kepala Kemenag Kukar, Ariyadi F., juga meminta seluruh pondok pesantren menjalankan program tersebut secara sungguh-sungguh.
“Ustaz dan ustazah Pondok Pesantren Ibadurrahman bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga harus terlibat sebagai pelaku dalam upaya mewujudkan Pondok Pesantren Ramah Anak,” demikian kutipan dalam rilis resmi Kemenag Kukar.
Dari pengamatan Hariankaltim.com terhadap foto yang dipublikasikan Kemenag Kukar, tampak seorang pria berjas hitam dan berpeci hitam duduk di meja depan bersama pejabat Kemenag. Sosok tersebut diduga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Ibadurrahman, Elwansyah Elham. Namun identitas peserta yang hadir tidak dijelaskan dalam rilis resmi tersebut.
Sekitar dua pekan kemudian, Kemenag Kukar kembali menerbitkan publikasi berjudul “Kemenag Kaltim-Kukar Sepakati Langkah Awal Pembenahan Pondok Pesantren.”
Dalam publikasi yang diunggah pada 5 Juni 2026 itu, Kemenag menyebut Kanwil Kemenag Kaltim menggelar rapat koordinasi tertutup bersama Kemenag Kukar sebagai tindak lanjut atas permasalahan yang dihadapi salah satu pondok pesantren di Kukar.
Kemenag menegaskan pesantren harus menjadi ruang yang menjamin keamanan, kenyamanan, dan tumbuh kembang santri.
“Melalui koordinasi dan langkah pembenahan yang dilakukan, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus mengawal terwujudnya lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tulis Kemenag. (RED)







