Warga di kawasan Samarinda Utara saat ini tengah dilanda krisis air bersih, lantaran distribusi dari Perumdam Samarinda tersendat-sendat.
Penyebabnya, pipa milik perusahaan plat merah itu yang berada di Jalan A Wahab Sjahranie, kembali pecah akibat terkena ‘garukan’ excavator lagi, Senin (06/12/2021).
Alat berat itu diketahui sedang digunakan untuk proyek drainase di lokasi tersebut.
Informasi dari pihak Perumdam, wilayah terdampak meliputi Jl Wahid Hasyim 1 dan 2, PM Noor, Perum Rapak Benuang, Perum Bumi Sempaja, Perum Pondok Surya, Jl Perjuangan, Ery Suparjan, Perum Dosen Unmul, dan sekitarnya.
Tak pelak, warga yang merupakan pelanggan PDAM pun murka.
Kolom komentar media sosial Perumdam Tirta Kencana Samarinda dihiasi cibiran maupun kritik pedas dari warganet.
Bahkan ada yang sampai mengancam akan melapor ke pihak berwajib.
“Sesekali laporkan polisi aja,” tulis salah satu akun.
Maklum saja, kejadian ini adalah yang ketiga kalinya dalam kurun waktu hanya seminggu.
Sempat beberapa hari mengalir, tapi kemudian distribusi air macet lagi gara-gara insiden pipa pecah.
HarianKaltim.com sudah mencoba mengkonfirmasi hal ini ke sejumlah pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda sebagai pihak berkompeten dalam proyek drainase yang menggunakan excavator tersebut.
Namun belum ada penjelasan secara komprehensif.
Salah satunya, Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Wilayah Sungai dan Muara Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Hendra Kusuma.
Ia sempat menanyakan ukuran pipa yang pecah saat kejadian kedua.
“Waduuh, besar bocornya kalau gitu,” sahutnya saat merespon via WhatsApp.
Hanya saja, tak ada keterangan lebih jauh saat ditanya identitas kontraktor pelaksana proyek drainase tersebut.
Dari penelusuran pada data Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), terdapat proyek Lanjutan Pembangunan dan Peningkatan Saluran Drainase Jalan AW Syahrani, dengan sumber dana APBD Kota Samarinda 2021.
Proyek senilai Rp14 miliar lebih ini dimenangkan CV Belolangi Cipta Sarana, beralamat di Jalan Pangeran Antasari, Gg 3 Pajak, Samarinda.
KOORDINASI DISOROT
Kejadian serupa yang berulang kali tak hanya menuai cemoohan warga.
Sebelumnya, Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) PDAM Kota Samarinda menyoroti lemahnya koordinasi pihak proyek drainase dengan Perumdam.
Dari catatan media, pada September 2019 lalu, pipa di Jalan A Wahab Syahranie diwartakan kena garuk, selanjutnya Desember 2020 giliran pipa di Jalan DI Panjaitan yang bahkan digaruk alat berat hingga terjadi dua kali.
Kemudian, Oktober tadi pipa yang pecah di Jalan Cermai, Kampung Jawa, juga akibat kena garukan excavator proyek drainase.
Pembina FKP, H Jurianto mengatakan, sepengetahuannya sejak dulu memang tak pernah ada koordinasi.
“Padahal pihak PDAM bisa diajak mendampingi saat kegiatan pengerukan di lapangan, karena PDAM yang tahu letak atau jalur pipa di dalam tanah,” ujar pengurus Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) 45 Kota Samarinda ini.







