HARIANKALTIM.COM – Polisi hingga saat ini belum menemukan indikasi adanya pihak ketiga yang membayar para pelaku dalam aksi pembunuhan yang terjadi di depan Tempat Hiburan Malam (THM) Crown, Jalan Imam Bonjol, Kota Samarinda.
“Sejauh ini, motif mereka lebih kepada solidaritas antar kelompok, walaupun ini jelas salah arah,” ujar Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar saat prarekonstruksi, Rabu (07/05/2025/).
Terdapat 42 adegan yang mengungkap bagaimana para pelaku melaksanakan aksi penembakan dengan perencanaan yang matang.
Berdasarkan pengakuan para tersangka, penembakan pertama dilakukan oleh eksekutor yang mengendarai sepeda motor.
Setelah melepaskan satu tembakan, eksekutor memutar kendaraannya untuk lebih mendekatkan diri ke korban dan kemudian melepaskan empat tembakan lagi ke arah korban.
Setelah eksekusi, pelaku melepaskan satu tembakan ke udara sebagai sinyal bagi rekan-rekannya untuk segera meninggalkan lokasi kejadian.
TERSANGKA BARU
Polisi juga berhasil mengungkap peran seorang tersangka baru, berinisial KH, yang diduga sebagai aktor intelektual di balik perencanaan pembunuhan ini.
Kombes Pol Hendri Umar menegaskan bahwa KH adalah otak di balik aksi tersebut, yang mengarahkan eksekutor dan mengumpulkan para pelaku untuk bergerak menuju lokasi eksekusi.
Lebih lanjut, Kapolresta mengungkapkan bahwa motif utama dari penembakan ini adalah balas dendam.
Kejadian ini terkait dengan insiden penembakan pada Juni 2021 lalu yang menewaskan salah satu anggota kelompok pelaku.
“Bahkan beberapa pelaku yang kami tangkap memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban penembakan tahun 2021 lalu,” tambahnya.
Penyelidikan masih terus berlangsung, dengan polisi terus menggali lebih dalam asal-usul senjata api yang digunakan dalam aksi tersebut. (RED)







