HARIANKALTIM.COM – Beredar video di media sosial memperlihatkan kericuhan di halaman Kantor Kepala Desa (Kades) Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara. Dalam video tersebut, tampak amarah Kades di tengah kerumunan warga saat aksi unjuk rasa pada Selasa lalu, 8 Oktober 2025.
Kades Santan Ulu, Heri Budianto, memberikan klarifikasi kepada Hariankaltim.com, Sabtu (08/11/2025).
Heri menjelaskan bahwa kejadian tersebut saat unjuk rasa sejumlah warga terhadap PT Cahaya Gemilang Sawit (CGS), perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan sawit.
“Beberapa hari sebelumnya perusahaan meminta ditunda. Setelah ditunda, mereka minta lagi untuk tidak ke lapangan. Kami dan pihak kepolisian sepakat diarahkan tertutup di kantor BPD. Karena kantor BPD dipakai acara penegerian SMA 4 Marangkayu, jadi kami bukakan tenda di depan kantor desa,” lanjutnya.
Heri menyebut kericuhan terjadi karena segelintir warga yang tidak terdaftar sebagai peserta aksi ikut memprovokasi jalannya acara.
“Sudah berjalan, namun ada segelintir warga yang mau ikut-ikutan dan memprovokasi acara itu. Saya marah dengan pemaparan manajemen perusahaan yang blunder, dan sebagian dari mereka yang nyeletuk tidak diundang juga tidak terabsen oleh koordinator aksi damai,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa tuntutan warga berfokus pada tanggung jawab sosial lingkungan (CSR) dan penyerapan tenaga kerja lokal, yang hingga kini belum dijalankan secara proporsional oleh pihak perusahaan.
“Tenaga kerja lokal itu seharusnya 85 persen. Tapi sampai sekarang belum jalan. CSR-nya juga tidak jelas. SLO dan izin lingkungannya pun belum lengkap,” tegasnya.
Heri juga menyoroti lambannya respons perusahaan terhadap surat-surat resmi dari pemerintah desa.
“Kami sudah surati mereka, tapi tidak dibalas. Ada yang kami minta klarifikasi tentang limbah dan tenaga kerja, tetap tidak dijawab,” ujarnya.
Pemerintah Desa Santan Ulu berencana meminta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kukar untuk mencari solusi permanen. “Kami minta RDP nanti biar semua jelas,” pungkasnya.
Sampai berita ini diterbitkan, Humas PT CGS belum merespons permintaan konfirmasi media ini. (RED)







