BBPJN Kaltim Salahkan Hujan Penyebab KM 28 Batuah Amblas Lagi, Janji Perbaiki Tahun Depan

BBPJN Kaltim Salahkan Hujan Penyebab KM 28 Batuah Amblas Lagi, Janji Perbaiki Tahun Depan

HARIANKALTIM.COM — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN Kaltim) menyalahkan intensitas hujan sebagai penyebab kembali amblasnya badan jalan di KM 28 Desa Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kerusakan terbaru terjadi pada ruas retrace yang sebelumnya telah ditangani secara sementara.

Dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (24/12/2025), BBPJN Kaltim menjelaskan bahwa pada periode April–Mei 2025 sempat terjadi runtuhnya badan jalan di KM 28 Batuah hingga akses nyaris terputus.

Menyikapi kondisi itu, dilakukan penanganan sementara berupa retrase atau peralihan jalur ke sisi samping agar konektivitas jalan nasional tetap terjaga.

BBPJN Kaltim menyatakan penanganan sementara tersebut menggunakan dana pemeliharaan rutin dari paket berjalan dan diselesaikan pada Juni 2025.

Namun, berdasarkan data dasarian II BMKG Samarinda periode 11–20 Desember 2025, wilayah Desa Batuah memasuki fase intensitas hujan menengah dengan curah hujan 50–150 mm.

Kondisi cuaca itu disebut berdampak langsung pada ruas retrase KM 28. BBPJN Kaltim mengklaim terjadi deformasi badan jalan sekitar 15–20 sentimeter akibat meningkatnya tekanan air pada lereng perbukitan.

Selain faktor hujan, BBPJN Kaltim juga menyoroti karakteristik tanah clay shale atau tanah ekspansif di kawasan tersebut.

Menurut penjelasan teknis mereka, kombinasi tekanan air dan sifat tanah menyebabkan massa tanah bergerak ke bawah dan mendorong badan jalan, sehingga kembali terjadi penurunan.

Sebagai respons, BBPJN Kaltim menyebut telah melakukan sejumlah langkah penanganan sementara, di antaranya pemasangan rambu peringatan dan rambu hati-hati, pemasangan police line, penempatan drum pembatas di titik penurunan, penutupan lereng dengan terpal untuk mencegah erosi lanjutan, serta pemasangan lampu LED strip untuk penerangan malam hari.

BBPJN Kaltim menegaskan bahwa kondisi lalu lintas saat ini masih terkendali, meski pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di KM 28 Batuah, terutama pada malam hari dan saat hujan.

Untuk solusi jangka panjang, BBPJN Kaltim menyatakan penanganan permanen baru direncanakan pada Tahun Anggaran 2026.

Penanganan tersebut dirancang berupa pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan pondasi bored pile, yang diklaim mampu menahan pergerakan tanah di lokasi rawan tersebut.

Meski demikian, pernyataan ini memantik sorotan publik. Pasalnya, amblasnya kembali KM 28 Batuah terjadi setelah sebelumnya diklaim telah dilakukan penanganan, sementara perbaikan permanen justru masih dijadwalkan tahun depan. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com