HARIANKALTIM.COM – Sejumlah pembeli rumah di Perumahan Sumanis, Tenggarong Seberang, menyampaikan keluhan terkait pembangunan, legalitas sertifikat, dan pengembalian dana pembatalan atau refund.
Mayoritas keluhan berkisar pada keterlambatan pembangunan, rumah yang disebut belum bisa ditempati, serta pengembalian uang muka yang tidak berjalan sesuai kesepakatan.
Sejumlah pembeli juga menyinggung persoalan sertifikat yang belum terbit dalam waktu lama. Sebagian menyebut telah melakukan akad kredit melalui perbankan, namun dokumen kepemilikan disebut belum diterima.
Salah satu pembeli mengaku telah menyetor uang muka sebesar Rp72 juta. Ia menyebut menunggu pembangunan rumah selama tiga tahun.
Menurut pengakuannya, rumah telah selesai dibangun, namun tidak dapat ditempati dengan berbagai alasan. Pembelian kemudian dibatalkan. Dari total Rp72 juta yang disetor, ia mengaku baru menerima pengembalian Rp30 juta. Sisanya belum diterima.
Keluhan lain menyebut skema angsuran uang muka senilai Rp45 juta. Disebutkan baru dibayar Rp15 juta. Sisa pengembalian disebut belum terealisasi selama satu tahun terakhir.
Jika merujuk pada angka-angka tersebut, nilai dana yang diklaim belum kembali per orang berkisar antara Rp30 juta hingga Rp40 juta. Apabila jumlah pembeli yang mengalami pembatalan lebih dari satu orang, maka total dana yang tertahan berpotensi mencapai ratusan juta rupiah.
MEMBANTAH
Nama Kepala Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Sumali ikut menjadi sorotan dalam polemik ini. Ia diketahui kerap disebut sebagai owner atau pemilik Perumahan Sumanis.
Dikonfirmasi HarianKaltim.com via WhatsApp, Kamis (26/02/2026), Sumali membantah jika dirinya masuk dalam struktur perusahaan pengelola perumahan.
“Ada manajemen di perusahaan Sumanis sendiri yang mengelola secara profesional. Kades tidak masuk dalam struktur perusahaan, jadi salah kaprah kalau melibatkan kades,” sebutnya.
Hanya saja, Sumali juga menyebut kantor perumahan masih beroperasi di Loa Lepu dan aktivitas akad jual beli tetap berjalan serta didukung sejumlah bank seperti BTN, BNI, BRI, dan BSN. (RED)






