Emak-Emak Samarinda Serbu Pasar Lebih Awal, Antisipasi Lebaran Jumat

Emak-Emak Samarinda Serbu Pasar Lebih Awal, Antisipasi Lebaran Jumat

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Suasana pasar tradisional di Samarinda tampak padat sejak pagi, Kamis (19/03/2026). Warga, khususnya ibu-ibu, sudah mulai berburu kebutuhan dapur untuk hidangan Hari Raya Idul Fitri.

Di dalam pasar, aktivitas jual beli terlihat sibuk. Pedagang daging, ayam, hingga bahan pokok diserbu pembeli. Lorong pasar dipenuhi warga yang lalu-lalang membawa kantong belanja.

Fenomena ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap hasil sidang isbat pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag). Warga mengantisipasi kemungkinan 1 Syawal jatuh pada Jumat (20/03/2026), sama seperti Muhammadiyah.

“Saya dari pagi sudah ke pasar. Takutnya malam ini diumumkan, besok langsung lebaran. Kada sempat lagi belanja,” ujar Murti, warga yang berbelanja di Pasar Rahmat, Jalan Lambung Mangkurat.

Ia mengaku sengaja membeli bahan lebih lengkap, mulai dari ayam, santan, hingga bumbu dapur.

Hal senada disampaikan Norhayati yang memilih berbelanja lebih awal untuk menghindari lonjakan harga.

“Biasanya makin dekat lebaran, harga naik. Jadi hari ini borong sekalian. Aman sudah gasan isuk” katanya sambil memilih daging.

Sementara itu, Siti Aminah (50) mengaku tak ingin repot jika lebaran ditetapkan lebih cepat.

“Kalau malam ini sudah diputuskan, besok tinggal masak. Kada ribet lagi. Anak-anak pasti datang,” ucapnya.

Pedagang mengakui jumlah pembeli meningkat dibanding hari biasa. Kepadatan pasar terlihat sejak pagi hingga siang hari.

Masyarakat pun memilih langkah cepat. Belanja lebih awal dianggap solusi aman agar tetap siap menyambut Lebaran, kapan pun ditetapkan. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com