HARIANKALTIM.COM – Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April biasanya menjadi momentum bagi kita untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan, martabat, dan tentu saja, etika dalam berbangsa.
Namun, 21 April 2026 di Kalimantan Timur tampaknya akan diperingati dengan cara yang berbeda.
Di balik seremoni dan kebaya, ada ribuan pasang kaki yang bersiap melangkah menuju pusat kekuasaan demi menyuarakan kegelisahan bersama.
Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMKT) telah mengonfirmasi kehadiran ribuan massa. Titik kumpulnya jelas: Gedung DPRD dan Kantor Gubernur.
Jika biasanya narasi pembangunan dibingkai dalam diksi “marwah” —sebuah upaya menjaga citra daerah sebagai penyangga utama IKN melalui berbagai pengadaan fasilitas – maka aksi besok adalah upaya rakyat untuk mendefinisikan ulang makna marwah yang sebenarnya.
Sejatinya, marwah sebuah provinsi yang kaya seperti Kalimantan Timur tidak hanya terpancar dari megahnya gedung atau representatifnya kendaraan dinas.
Marwah yang hakiki terletak pada sejauh mana kebijakan anggaran mampu menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat yang paling dasar.
Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, efisiensi anggaran bukan sekadar pilihan manajerial, melainkan sebuah tanggung jawab moral.
Aksi massa besok harus dipandang sebagai dialektika yang sehat dalam demokrasi. Menjadi pengingat bagi Pemprov Kaltim bahwa transparansi anggaran adalah “cahaya” yang dinantikan oleh publik.
Rakyat tidak sedang meminta kemewahan, mereka hanya sedang menagih agar setiap rupiah APBD benar-benar menjadi suluh yang menerangi kegelapan ekonomi di akar rumput.
Hariankaltim.com berharap aksi ini tetap berjalan dalam koridor ketertiban. Namun di sisi lain, pemerintah juga perlu membuka diri lebih lebar.
Menjaga marwah daerah tentu penting, tetapi mendengar suara rakyat adalah cara paling elegan untuk menjaga martabat kepemimpinan itu sendiri.
Besok, 21 April, kita tidak hanya akan melihat perayaan sejarah masa lalu melalui sosok Kartini.
Kita akan menyaksikan ikhtiar masyarakat Kaltim dalam mengukir sejarah masa depan; sebuah sejarah di mana kebijakan anggaran benar-benar menjadi terang yang merata bagi seluruh warga, tanpa terkecuali.
Sebab, semangat Kartini adalah tentang sebuah harapan akan perubahan. Dan di Tepian Mahakam, harapan itu kini sedang diperjuangkan di jalanan. (RED)






