SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan
Berita  

Intelijen Kejaksaan Bidik Mafia Pupuk

Intelijen Kejaksaan Bidik Mafia Pupuk

Jajaran intelijen kejaksaan saat ini tengah membidik mafia pupuk bersubsidi di seluruh wilayah Indonesia.

Bahkan, perintah penyelidikan itu disampaikan langsung Jaksa Agung, Burhanuddin. 

Berdasarkan data dari situs Kementerian Komunikasi dan Informatika, salah satu provinsi yang memiliki peranan penting dalam penyediaan stok pangan di Indonesia adalah Jambi.

Dan Provinsi yang dikenal dengan lagu “Injit injit semut” ini telah mendapatkan penghargaan di Bidang Pertanian pada 2021.

Jambi menempati peringkat kelima dalam katagori Peningkatan Produksi Beras Tertinggi Tahun 2020-2021.

Saat melaksanakan kunjungan kerja di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jambi, Jaksa Agung Burhanuddin menyampaikan sejumlah catatan penting.

Selain mendapatkan penghargaan dengan kategori tersebut, Provinsi Jambi juga menerima penghargaan dengan Nilai Ekspor Komoditas Pertanian tertinggi Periode Januari 2020 sampai dengan Juni 2021, dan telah menduduki peringkat ketiga.

“Hal ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan dan sudah sepatutnya harus dipertahankan bahkan harus ditingkatkan kembali, mengingat potensi Jambi dalam bidang agraris cukup menjanjikan,” lanjut Jaksa Agung melalui Press Release, diterima HarianKaltim.com, Sabtu (08/01/2022).

“Berdasarkan hal tersebut, maka untuk keberadaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi memegang peranan penting dalam menopang prestasi Jambi sebagai lumbung pangan peringkat tiga nasional,” ucapnya.

“Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang harus diamankan. Oleh karena itu, sangat disayangkan terjadinya isu di Kabupaten Blora terkait kasus penyelundupan dan penimbunan pupuk bersubsidi,” imbuhnya.

Hal ini sangat meresahkan dan mengganggu para petani dalam meningkatkan hasil pangan sehingga efek domino dari berkurangnya produksi pangan akan mengganggu stabilitas ekonomi.

Untuk itu Jaksa Agung memerintahkan kepada setiap kepala satuan kerja baik Kejati maupun Kejari di seluruh wilayah Indonesia, untuk segera menelusuri dan mengidentifikasi melalui operasi intelijen.

Diharapkan para Kajati dan Kejari bisa mencermati setiap proses distribusi pupuk bersubsidi, apakah sudah tepat sasaran.

“Dan jika ada upaya praktik curang pupuk bersubsidi segera ditindak. Ungkap adanya mafia pupuk dan rakyat butuh keberadaan pupuk,” tegasnya.

Pengarahan ini dihadiri Jampidum Fadil Zumhana, Kepala dan Wakil Kejati Jambi, Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Asisten Umum Jaksa Agung Kuntadi, dan Asisten Khusus Jaksa Agung Hendro Dewanto.

Selain itu, para Asisten, Kabag TU serta para Koordinator pada Kejati Jambi, dan para Kajari di lingkungan Kejati Jambi beserta jajaran, bertempat di Aula Kejati Jambi, baik secara daring maupun luring. (AI)