SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Pelaku Rampok Bank Ngaku Punya Utang, Besarnya Bikin Geleng-geleng Kepala

Pelaku Rampok Bank Ngaku Punya Utang, Besarnya Bikin Geleng-geleng Kepala

Polresta Samarinda berhasil mengamankan pelaku percobaan perampokan salah satu bank di Jalan Hasan Basri, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Jumat (21/05/2021).

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andhika Darma Sena saat ditemui di Mako Polresta Samarinda, mengonfirmasi adanya kejadian tersebut.

“Iya benar, ada percobaan pencurian dengan kekerasan di Kantor Cabang Bank Mandiri di Jalan Hasan Basri, sekitar pukul 12.30 WITA,” ungkapnya.

Pelakunya seorang pria berinisial JP (25).

Ia nekat melakukan kejadiannya itu saat orang sedang ibadah Shalat Jumat,” sambungnya.

Sena sapaan akrabnya melanjutkan, pelaku awalnya datang ke bank dengan mengendarai sepeda motor jenis trail, tanpa plat nomor.

Setelah itu, pelaku masuk langsung menuju ke teller di lantai dua.

Berpura-pura akan melakukan transaksi, namun kemudian pelaku langsung menyodorkan sepucuk surat ancaman, isinya bertuliskan: “Saya ada pistol dan bom, kalau bertindak kamu mati”.

Kemudian pelaku juga menunjukkan pistolnya dari dalam tas.

Meski mendapat ancaman, tapi salah satu teller nekat berteriak.

Alhasil, ternyata pelaku menjadi panik dan langsung lari.

Namun sempat dihadang sekuriti bank, hingga sempat terjadi kontak fisik antara keduanya.

Pelaku Rampok Bank Ngaku Punya Utang, Besarnya Bikin Geleng-geleng Kepala

“Pelaku sempat melarikan diri, sampai ke Jalan Elang, tapi langsung diamankan sekuriti bank bersama warga sekitar dan dibawa ke pos keamanan bank,” beber Sena sebagaimana rilis Polresta Samarinda.

Tak lama, petugas Polsek Sungai Pinang datang dan langsung mengamankan JP ke Polresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan.

“Dari JP kami mengamankan barang bukti pistol mainan dan bom rakitan berupa mainan juga. Jadi, bomnya ini bentuknya dari kaleng pengharum ruangan baru ditutup plastik dan itu ada kabelnya juga,” imbuhnya.

Termasuk empat buah petasan dan dua lembar kertas bertuliskan ancaman di dalam tas ransel pelaku.

Saat ditanya terkait dengan motif pelaku melakukan perbuatannya tersebut, Sena menuturkan, berdasarkan pengakuan bersangkutan karena terlilit hutang.

Basarnya utang yang diakui pelaku, pantas bikin geleng-geleng kepala yakni Rp180 juta.

Uang sebanyak itu digunakannya untuk membuka bengkel.

“Uang Rp100 juta itu dia pinjam di bank, sedangkan Rp80 juta dipinjam dari rekan-rekannya,” tuturnya.

Lantas bagaimana pelaku melakukan percobaan perampokan tersebut?

Sena menjelaskan, pelaku tersebut belajar dari internet dan kerap terinspirasi dari sebuah film action tentang perampokan profesional.

“Iya, bilangnya belajar di Youtube dan sering menonton film perampokan profesional,” tandasnya.

Untuk sementara, pelaku masih diperiksa dan sejauh ini saat beraksi ia hanya sendirian.

Jadi, memang tiga hari sebelumnya pelaku mengintai bank tersebut, karena terlihat sepi, makanya dia beraksi di sana,” tutup Kasat Reskrim.